Zat Ini Jadi Jam Alami yang Bisa Menentukan Waktu Kematian Seseorang.
Karbon-14, isotop radioaktif, diakui sebagai 'jam alami' yang dapat menentukan waktu kematian seseorang secara akurat melalui penanggalan radiokarbon.
JAKARTA, JClarity – Kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang forensik dan arkeologi, terus mengungkap misteri alam, termasuk waktu pasti berakhirnya sebuah kehidupan. Sebuah temuan yang telah menjadi pilar penting dalam penentuan usia sisa-sisa organik, kembali disorot sebagai 'jam alami' penentu waktu kematian seseorang: **Karbon-14**.
Karbon-14, sebuah isotop radioaktif dari karbon, bekerja layaknya sinyal radioaktif yang berdetak dan terhenti seketika makhluk hidup meninggal dunia. Sinyal ini meninggalkan jejak peluruhan yang lambat pada setiap materi organik, yang kemudian dapat diukur untuk memperkirakan kapan organisme tersebut meninggalkan dunia ini. Karbon-14 sendiri diproduksi secara alami di atmosfer melalui interaksi sinar kosmik dengan atom nitrogen.
Metode penanggalan ini, yang dikenal sebagai penanggalan radiokarbon, pertama kali dikembangkan oleh ahli kimia Willard Libby pada pertengahan tahun 1940-an. Libby berhasil membuktikan keberadaan Karbon-14 di lingkungan alami dalam konsentrasi yang sesuai dengan perkiraannya. Prinsipnya sederhana: selama makhluk hidup—baik tumbuhan, hewan, maupun manusia—masih hidup, mereka terus menyerap Karbon-14 dari atmosfer (melalui fotosintesis pada tumbuhan, dan melalui rantai makanan pada hewan dan manusia).
Saat kematian terjadi, proses penyerapan Karbon-14 terhenti. Pada titik inilah, jam alami tersebut mulai berdetak mundur, di mana isotop Karbon-14 yang tersisa di dalam jaringan organik mulai meluruh dengan laju yang konstan. Dengan mengukur kadar sisa Karbon-14 menggunakan teknologi canggih seperti akselerator, para ilmuwan forensik dan arkeolog dapat memperkirakan usia sampel dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, bahkan untuk sampel yang sangat kecil.
Penerapan Karbon-14 tidak hanya terbatas pada sisa-sisa purbakala, namun juga memberikan kontribusi krusial dalam dunia kedokteran forensik. Ketika metode tradisional penentuan interval postmortem (seperti kaku mayat, lebam mayat, atau penurunan suhu tubuh) sudah tidak efektif karena kondisi jenazah yang membusuk atau sudah lama meninggal, penanggalan radiokarbon dapat menjadi metode yang andal untuk menyelesaikan berbagai argumen sejarah dan kasus-kasus kriminalitas, memberikan estimasi waktu kematian hingga tahunan.