Temuan Spesies Baru "Kucing Bertaring Pedang Palsu" Ungkap Evolusi Predator Purba
Spesies baru "kucing bertaring pedang palsu" dari Tiongkok, *Taotienimravus songi* (28 juta tahun), ungkap adaptasi unik pemecah tulang, mengisi celah evolusi predator purba di Eurasia.
JAKARTA, JClarity – Dunia paleontologi dikejutkan dengan penemuan spesies baru karnivora purba dari Tiongkok, yang dikenal sebagai 'kucing bertaring pedang palsu'. Fosil berusia 28 juta tahun ini telah diidentifikasi sebagai genus dan spesies baru, *Taotienimravus songi*, dan memberikan pemahaman krusial mengenai evolusi predator besar di Eurasia Timur.
Penemuan ini mengisi kekosongan data yang signifikan tentang keluarga Nimravidae, yang sering disebut 'kucing bertaring pedang palsu', di wilayah timur Eurasia. Berbeda dengan catatan fosil yang melimpah di Amerika Utara, sisa-sisa Nimravidae di Asia cenderung kurang terawetkan. *Taotienimravus songi* sendiri ditemukan dari sisa-sisa kerangka di Formasi Qingshuiying, Tiongkok Utara, dan berasal dari periode Oligosen tengah.
Para peneliti menyoroti karakteristik unik dari predator kuno ini. Ciri paling khas dari spesies baru ini adalah gigi taring atas yang relatif pendek namun sangat kokoh, serta langit-langit mulut yang luar biasa lebar. Morfologi kraniodental ini menunjukkan bahwa *Taotienimravus songi* mengadopsi ekomorf non-bertaring pedang dengan adaptasi awal untuk memecahkan tulang—suatu bentuk yang unik di antara keluarga Nimravidae.
Analisis lebih lanjut menyimpulkan bahwa metode berburu karnivora ini mungkin menyerupai hyena modern. Sebagai salah satu garis keturunan awal Carnivora yang berevolusi menjadi karnivora darat berukuran besar (makrokarnivora, dengan berat di atas 20 kilogram), Nimravidae menawarkan wawasan menarik tentang bagaimana predator purba mengeksplorasi ceruk ekologi di tengah kondisi lingkungan yang jauh berbeda dari dunia modern.
Temuan yang dipublikasikan baru-baru ini ini menekankan peran faktor abiotik dan biotik dalam membentuk ketersediaan ceruk bagi hewan-hewan purba tersebut, memperkaya diskusi tentang perubahan ceruk dan evolusi. Kehadiran *Taotienimravus songi* di Asia Timur memperluas peta persebaran Nimravidae dan memperjelas kompleksitas adaptasi yang terjadi di dalam kelompok predator yang telah punah ini.