Sains

Zat Ini Jadi Jam Alami yang Bisa Menentukan Waktu Kematian Seseorang

Penelitian ilmiah menemukan bahwa aktivitas gen ritme sirkadian di dalam tubuh bertindak sebagai "jam alami" yang dapat menentukan waktu kematian dengan akurasi tinggi.

JAKARTA · Tuesday, 04 November 2025 19:00 WITA · Dibaca: 50
Zat Ini Jadi Jam Alami yang Bisa Menentukan Waktu Kematian Seseorang

JAKARTA, JClarity – Misteri penentuan waktu kematian (Post Mortem Interval/PMI) secara akurat dalam kasus forensik kini semakin terpecahkan berkat penemuan "jam alami" di dalam tubuh manusia. Substansi tersebut bukanlah sekadar proses fisik, melainkan aktivitas genetik kompleks yang terkait erat dengan ritme sirkadian atau jam biologis internal tubuh.

Penelitian ilmiah mutakhir menunjukkan bahwa ekspresi gen-gen tertentu dalam tubuh, yang berfungsi mengatur siklus 24 jam alami (circadian rhythm), tiba-tiba terhenti pada saat seseorang meninggal, menciptakan sebuah "cap waktu" molekuler yang presisi. Gen-gen seperti *hPer2*, *hBmal1*, dan terutama rasio *hRev-Erbα*/*hBmal1*, telah diidentifikasi sebagai penanda penting yang memungkinkan para ilmuwan membaca jam biologis tersebut bahkan setelah kematian.

Para peneliti telah berhasil mendeteksi osilasi sirkadian yang signifikan dari rasio gen ini pada sampel jaringan hati, ginjal, dan jantung, yang diambil hingga 72 jam setelah kematian. Penemuan yang lebih mengejutkan menunjukkan bahwa dengan menganalisis tingkat aktivitas sekitar 100 gen sirkadian di enam wilayah otak, waktu kematian seseorang yang sehat dapat diperkirakan dengan akurasi hingga hanya selisih beberapa jam.

Mekanisme ini bekerja karena setiap sel dan organ dalam tubuh memiliki ritme harian alami yang sangat teratur. Ritme ini, yang dikendalikan oleh jam sirkadian, mengatur berbagai proses biologis, termasuk metabolisme dan sintesis lipid. Ketika kematian terjadi, aktivitas biologis ini membeku, meninggalkan "foto instan" (snapshot) di mana otak berada pada saat meninggal, yang berbeda antara orang yang meninggal di pagi hari dengan yang meninggal di malam hari.

Profesor Andrew Lim dari Departemen Neurologi di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, yang turut meneliti variasi gen yang memengaruhi jam kematian, menyebutkan bahwa jam biologis internal mengatur banyak aspek biologi manusia, termasuk memengaruhi waktu terjadinya peristiwa medis akut seperti stroke dan serangan jantung. Penemuan ini diharapkan dapat menjadi alat yang sangat kuat dalam analisis forensik, memberikan kepastian yang lebih tinggi dalam menentukan PMI, sebuah faktor krusial dalam penyelidikan kriminal.

Selain itu, pemahaman mendalam tentang bagaimana jam genetik ini bekerja dan berhenti tidak hanya penting untuk ilmu forensik, tetapi juga membuka peluang baru dalam bidang kedokteran. Para ilmuwan berharap dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mengoptimalkan jadwal pemberian obat-obatan agar terapi lebih efektif, karena diketahui bahwa efek obat seringkali berbeda tergantung pada waktu pemberian dalam siklus sirkadian pasien.

Login IG