Wujud Jantung Galaksi Bima Sakti dalam Citra Menakjubkan James Webb
James Webb Space Telescope (JWST) rilis citra menakjubkan Sagittarius B2, wilayah pembentukan bintang paling aktif di jantung Galaksi Bima Sakti.
JAKARTA, JClarity – Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) kembali memukau dunia dengan merilis citra luar biasa dari jantung Galaksi Bima Sakti, memperlihatkan wilayah pembentukan bintang paling aktif dengan detail yang belum pernah tersingkap sebelumnya. Citra yang dirilis baru-baru ini ini menawarkan pandangan mendalam ke dalam pusaran kelahiran bintang di tengah-tengah galaksi kita, yang merupakan kunci untuk mengungkap misteri evolusi kosmik.
Objek yang menjadi fokus utama dalam bidikan JWST adalah Sagittarius B2 (Sgr B2), sebuah awan molekuler raksasa yang terletak hanya beberapa ratus tahun cahaya dari Sagittarius A* (Sgr A*), lubang hitam supermasif di pusat Bima Sakti. Berkat kemampuan inframerah canggih JWST, terutama instrumen Mid-Infrared Instrument (MIRI) dan Near-Infrared Camera (NIRCam), para astronom dapat menembus tirai gas dan debu tebal yang selama ini menghalangi pandangan ke wilayah tersebut.
Citra yang dihasilkan menampilkan pemandangan yang digambarkan sebagai perpaduan warna fuchsia dan ungu yang berkilauan, dihasilkan dari debu kosmik yang dipanaskan oleh bintang-bintang muda raksasa yang baru lahir. Dalam pandangan MIRI, debu hangat bersinar terang, sementara bintang-bintang muncul sebagai titik-titik biru. Sebaliknya, citra dari NIRCam menampilkan lautan bintang berkilauan dengan semburat jingga lembut, menandai awan gas dan debu di sekitarnya.
Penemuan ini membawa wawasan baru mengenai pembentukan bintang masif. Meskipun Sgr B2 hanya mengandung sekitar 10% dari total gas molekuler di pusat galaksi, wilayah ini bertanggung jawab atas pembentukan setengah dari semua bintang baru di sana. Hal ini menimbulkan pertanyaan ilmiah yang sudah lama ada, yakni mengapa laju pembentukan bintang di pusat Bima Sakti secara keseluruhan tergolong lambat, sementara Sgr B2 menunjukkan aktivitas yang begitu intens.
“Kekuatan inframerah Webb memberi kami detail yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Ini membantu kami mengatasi beberapa misteri yang sudah berlangsung lama—seperti bagaimana bintang masif terbentuk, dan mengapa Sagittarius B2 jauh lebih aktif daripada seluruh pusat galaksi,” kata Adam Ginsburg, seorang astronom dari University of Florida. Para peneliti berharap, dengan terus mempelajari bintang-bintang muda, mereka dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang ukuran dan usia mereka, yang akan menjelaskan proses pembentukan bintang dalam kondisi ekstrem di jantung Bima Sakti, memberikan petunjuk tentang bagaimana galaksi tumbuh dan berevolusi sepanjang waktu kosmik.