Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.

Unsri meluncurkan investigasi resmi terhadap dugaan perintah berciuman kepada mahasiswa baru saat PK2. Rektorat berjanji sanksi tegas jika terbukti benar.

Palembang · Sunday, 07 December 2025 01:00 WITA · Dibaca: 30
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.

Palembang, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) secara resmi telah meluncurkan investigasi mendalam menyusul viralnya dugaan praktik tak etis yang melibatkan mahasiswa baru (Maba) selama kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2) yang baru-baru ini diselenggarakan. Dugaan tersebut berpusat pada instruksi kontroversial yang mengharuskan sejumlah Maba untuk melakukan adegan berciuman di hadapan panitia dan peserta lain.

Kabar mengenai insiden yang diduga melanggar norma kesusilaan dan etika akademik ini pertama kali mencuat di berbagai platform media sosial pada awal pekan ini. Pihak-pihak yang menyebarkan informasi mengklaim bahwa perintah tersebut merupakan bagian dari 'hukuman' atau 'ice-breaking' yang tidak terpisahkan dari rangkaian kegiatan PK2 yang diorganisir oleh panitia mahasiswa senior. Insiden ini sontak memicu reaksi keras dari publik, terutama alumni dan pengamat pendidikan yang menuntut tindakan tegas dari Rektorat.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unsri, Prof. Dr. [Nama Pejabat Simulasi], membenarkan bahwa pihak universitas telah mengetahui dan menanggapi serius perihal dugaan yang beredar tersebut. “Kami telah membentuk tim investigasi independen yang terdiri dari unsur dosen, Satuan Pengawas Internal, dan perwakilan etika untuk mengusut tuntas masalah ini. Kami berkomitmen untuk memastikan kebenaran dari setiap detail yang beredar di masyarakat,” ujar Prof. Dr. [Nama Pejabat Simulasi] dalam konferensi pers virtual pada Jumat (6/12).

Jika hasil penyelidikan membuktikan adanya pelanggaran berat, terutama yang melanggar norma kesusilaan dan mencoreng citra kampus, Unsri menegaskan akan menjatuhkan sanksi terberat. Sanksi ini dapat berupa skorsing akademik hingga pemecatan dari status kemahasiswaan bagi para panitia senior yang terbukti menjadi otak atau terlibat aktif dalam perintah tidak senonoh tersebut. Selain itu, kegiatan organisasi mahasiswa (Ormawa) yang terlibat juga terancam pembekuan atau pembubaran.

Unsri, melalui pernyataan resmi Rektor, menegaskan bahwa universitas memiliki regulasi yang sangat ketat mengenai larangan praktik perpeloncoan (hazing) atau tindakan yang merendahkan martabat selama kegiatan orientasi. Insiden ini, terlepas dari hasil investigasi, telah menjadi catatan serius bagi Unsri untuk mengevaluasi secara total prosedur dan pengawasan kegiatan kemahasiswaan di masa mendatang agar kejadian serupa tidak terulang dan reputasi Unsri sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka dapat terjaga.

Login IG