Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Unsri membentuk tim investigasi usai viralnya video Maba disuruh saling berciuman saat pengenalan kampus. Himateta dibekukan sementara. Sanksi tegas menanti pelaku.

Palembang, JClarity · Thursday, 04 December 2025 22:00 WITA · Dibaca: 26
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

PALEMBANG, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) secara resmi telah membentuk tim investigasi menyusul viralnya video di media sosial yang menunjukkan dugaan aksi perpeloncoan terhadap mahasiswa baru (Maba) berupa perintah untuk saling berciuman saat kegiatan pengenalan kampus. Tindakan yang menuai kecaman publik ini terjadi di lingkungan Fakultas Pertanian kampus Indralaya, Ogan Ilir, pada Sabtu, 20 September 2025.

Pihak Unsri mengonfirmasi insiden yang beredar tersebut, yang merupakan bagian dari kegiatan 'praklining' atau bersih-bersih yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta). Dalam video yang tersebar, terlihat sejumlah Maba dipaksa untuk saling mencium kening teman mereka, baik sesama jenis maupun berpasangan. Aksi ini disaksikan dan diperintah langsung oleh sejumlah mahasiswa senior, yang salah satunya terekam melontarkan kalimat bernada ejekan.

Sekretaris Unsri, Prof. Dr. Alfitri, dalam keterangan resminya menyatakan bahwa pihak universitas telah mengambil langkah tegas dengan membentuk tim investigasi yang turut melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unsri. Langkah ini dilakukan untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran etika dan perundungan yang mengganggu ranah privasi mahasiswa. Hingga saat ini, sedikitnya 15 mahasiswa yang terlibat, baik Maba maupun senior, telah dipanggil dan menjalani pemeriksaan oleh tim investigasi.

Sebagai sanksi awal, Unsri telah memutuskan untuk membekukan sementara kegiatan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) selama satu tahun ke depan. Pembekuan ini didasarkan pada temuan pelanggaran berat dalam tata kelola organisasi, di samping kasus perpeloncoan terkini. Pihak kampus memastikan akan memberikan sanksi akademik yang tegas, mulai dari teguran, pembinaan, hingga skorsing atau bahkan pemecatan, bagi mahasiswa yang terbukti bersalah sesuai dengan tingkat pelanggaran yang ditemukan.

Insiden ini juga memicu evaluasi menyeluruh terhadap prosedur perizinan dan pelaksanaan seluruh kegiatan kemahasiswaan di lingkungan Unsri. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan akan menyusun sistem pembinaan yang baru, dengan menekankan bahwa seluruh kegiatan mahasiswa harus mengacu pada nilai-nilai edukasi, etika, kesetaraan, dan tanggung jawab, guna mencegah terulangnya aksi perpeloncoan dan kekerasan di masa depan.

Login IG