Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Unsri membentuk tim investigasi usai video viral maba disuruh berciuman oleh senior. 15 mahasiswa senior diperiksa dan organisasi HIMATETA dibekukan setahun.

Palembang · Thursday, 04 December 2025 16:00 WITA · Dibaca: 32
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Palembang, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) telah membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut tuntas insiden viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah mahasiswa baru (maba) disuruh berciuman dengan sesama teman oleh senior saat kegiatan pengenalan kampus. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 20 September 2025, ini sontak memicu kritik keras publik terhadap dugaan perpeloncoan di lingkungan perguruan tinggi.

Kepala Kantor Humas dan Protokol Unsri, Nurly Meilinda, membenarkan kejadian itu berlangsung di lingkungan kampus. Insiden tersebut terjadi dalam kegiatan 'praklining' atau bersih-bersih yang diselenggarakan secara otonom oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA), Fakultas Pertanian, dan bukan merupakan bagian dari resmi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Berdasarkan pengakuan, adegan saling cium (atau cium kening) itu merupakan ide dari kakak tingkat yang kemudian direkam dan diunggah ke media sosial hingga menjadi viral.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Unsri, Prof. Dr. Aidil Fitri, menyatakan bahwa pihak kampus telah mengambil langkah tegas, termasuk memanggil 15 mahasiswa senior dari HIMATETA untuk dimintai klarifikasi. Sebagai sanksi awal, Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA) dibekukan (diskor) sementara selama satu tahun ke depan karena dinilai melakukan pelanggaran yang cukup berat.

Tim investigasi yang dibentuk oleh pihak universitas bertugas mendalami motif dan memastikan tidak adanya unsur pemaksaan atau perundungan. Prof. Aidil Fitri menegaskan bahwa jika ditemukan pelanggaran berat yang mengarah pada tindakan asusila atau mengganggu ranah privasi, universitas tidak akan segan menjatuhkan sanksi akademik yang berat, mulai dari teguran, pembinaan, skorsing, hingga potensi pemecatan dari status mahasiswa.

Pengamat pendidikan, Prof. Abdullah Idi, turut mengkritisi tindakan tersebut. Ia menilai permintaan ciuman, meskipun antarteman, tidak pantas dan kurang beretika, serta jauh menyimpang dari esensi kegiatan pengenalan kampus yang seharusnya berfokus pada aspek perkenalan, edukasi, dan tata tertib akademik. Kasus ini juga mendorong Rektorat Unsri untuk mengevaluasi secara menyeluruh prosedur perizinan dan pendampingan kegiatan mahasiswa demi menciptakan lingkungan edukasi yang sehat dan bebas dari kekerasan.

Login IG