Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.

Unsri menginvestigasi insiden mahasiswa baru dipaksa ciuman saat Ospek oleh senior di Fakultas Pertanian. HIMATETA dibekukan, 15 mahasiswa diperiksa, dan sanksi menanti.

PALEMBANG, 30 November 2025 · Monday, 01 December 2025 05:00 WITA · Dibaca: 40
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.

PALEMBANG, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) secara serius mengusut kasus dugaan perpeloncoan yang terjadi selama kegiatan orientasi mahasiswa baru (Maba) pada September 2025. Insiden tersebut menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral di media sosial, menampilkan sejumlah Maba yang dipaksa oleh senior untuk melakukan aksi saling cium kening. Pihak universitas telah membentuk tim investigasi untuk menindaklanjuti kasus yang mencoreng citra pendidikan tinggi ini.

Peristiwa yang mengejutkan ini dilaporkan terjadi pada Sabtu, 20 September 2025, di lingkungan kampus Unsri di Indralaya, Ogan Ilir. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA), Fakultas Pertanian, ini terekam dalam video berdurasi singkat yang kemudian menyebar luas dan menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk warganet dan aktivis pendidikan. Universitas Sriwijaya dengan tegas menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak termasuk dalam agenda resmi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan tidak dapat ditoleransi.

Untuk mengusut tuntas, Unsri melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) serta pimpinan Fakultas Pertanian telah memanggil dan memeriksa setidaknya 15 mahasiswa yang terlibat, termasuk Ketua dan Wakil Ketua HIMATETA serta panitia pelaksana kegiatan. Panitia yang bertanggung jawab telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, mengakui kelalaian dan ketidakhati-hatian dalam menyelenggarakan 'permainan hiburan' yang idenya diakui berasal dari seorang alumni.

Sebagai respons awal, Rektorat Unsri telah mengambil tindakan tegas dengan membekukan sementara aktivitas Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA) selama satu tahun ke depan. Sekretaris Unsri, Prof. Alfitri, menegaskan bahwa kampus tidak akan tinggal diam terhadap setiap bentuk kekerasan, perpeloncoan, perundungan, hingga pelecehan seksual, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Rektor terkait ketentuan pelaksanaan PKKMB. Hasil akhir investigasi akan menjadi dasar untuk menjatuhkan sanksi disiplin kepada mahasiswa yang terbukti melanggar aturan, dengan potensi sanksi mulai dari teguran hingga skorsing.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh civitas akademika di Indonesia akan bahaya perpeloncoan dan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan. Unsri berkomitmen untuk memutus mata rantai tradisi negatif dalam orientasi mahasiswa baru dan memastikan pembinaan mahasiswa dilakukan secara positif dan konstruktif.

Login IG