Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Unsri membentuk tim investigasi dan Satgas PPKPT untuk mengusut tuntas insiden mahasiswa baru disuruh berciuman saat kegiatan orientasi non-resmi kampus.

Palembang · Saturday, 29 November 2025 22:00 WITA · Dibaca: 32
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

PALEMBANG, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sumatera Selatan, secara serius menindaklanjuti video viral yang memperlihatkan dugaan tindakan perpeloncoan dalam kegiatan pengenalan kampus yang melibatkan mahasiswa baru (Maba) yang disuruh saling berciuman. Pihak Unsri telah membentuk tim investigasi dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) untuk mengusut tuntas insiden yang terjadi pada Sabtu, 20 September 2025, di Kampus Indralaya, Ogan Ilir, tersebut.

Aksi tidak pantas ini diduga dilakukan oleh mahasiswa senior dari Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) Fakultas Pertanian Unsri, di mana mahasiswa baru diminta untuk saling mencium, bahkan dalam beberapa laporan disebutkan mencium kening atau sesama jenis, sebagai bagian dari kegiatan orientasi di luar agenda resmi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Video berdurasi pendek yang merekam adegan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial, memicu reaksi keras dari publik dan netizen yang mengecam praktik feodalisme di lingkungan kampus.

Menanggapi kehebohan ini, Rektorat Unsri melalui Sekretaris Unsri, Prof. Alfitri, menegaskan bahwa pihak universitas tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran terhadap aturan, termasuk kekerasan, perpeloncoan, perundungan, dan pelecehan seksual, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Rektor Nomor 0003/UN9/SE.BAK.KM/2025. Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 15 mahasiswa yang terlibat, termasuk Ketua dan Wakil Ketua Himateta, Ketua Angkatan 2023, serta panitia pelaksana kegiatan, telah dipanggil dan diperiksa oleh tim investigasi.

Sebagai sanksi cepat, Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) telah dibekukan sementara (dibekukan) untuk jangka waktu satu tahun ke depan. Kepala Kantor Humas dan Protokol Unsri, Nurly Meilinda, juga membenarkan bahwa Satgas PPKPT Unsri akan melakukan investigasi lanjutan, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan alumni dalam ide kegiatan tersebut. Unsri menjamin bahwa sanksi tegas akan diberikan, mulai dari teguran hingga skorsing, kepada mahasiswa yang terbukti bersalah dan menyalahi peraturan yang berlaku di lingkungan kampus.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh organisasi mahasiswa dan fakultas di Unsri untuk secara ketat mengacu pada nilai-nilai edukasi, etika, kesetaraan, dan tanggung jawab dalam setiap kegiatan kemahasiswaan, demi mencegah terulang kembalinya insiden yang mencoreng nama baik institusi pendidikan.

Login IG