Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Unsri menginvestigasi dugaan Maba disuruh cium kening saat orientasi oleh senior Himateta. Organisasi dibekukan setahun, dan 15 mahasiswa diperiksa, terancam sanksi akademik.

Palembang, Sumatera Selatan · Friday, 28 November 2025 14:00 WITA · Dibaca: 41
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

PALEMBANG, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) secara resmi telah membentuk tim investigasi guna mengusut tuntas dugaan insiden di mana sejumlah mahasiswa baru (Maba) diinstruksikan untuk saling berciuman kening oleh mahasiswa senior dalam kegiatan pengenalan kampus. Tindakan tegas ini diambil setelah sebuah video yang merekam insiden tersebut viral dan menuai kecaman luas di media sosial.

Sekretaris Unsri, Prof. Alfitri, dalam keterangan persnya pada September 2025, membenarkan adanya penyelidikan terhadap insiden yang terjadi dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) di Kampus Indralaya, Ogan Ilir, pada Sabtu, 20 September 2025. Prof. Alfitri menegaskan bahwa pihak universitas tidak mentolerir segala bentuk perpeloncoan, perundungan, pelecehan seksual, atau kekerasan dalam kegiatan mahasiswa.

Sebagai respons cepat, Unsri langsung mengambil tindakan dengan membekukan kegiatan organisasi Himateta selama satu tahun ke depan. Pembekuan ini didasari tidak hanya oleh kasus terbaru, tetapi juga adanya dugaan pelanggaran berat di bidang organisasi sebelumnya. Lebih dari 15 mahasiswa senior dan panitia pelaksana kegiatan telah dipanggil dan menjalani pemeriksaan intensif oleh tim investigasi kampus, termasuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unsri.

Prof. Alfitri menambahkan bahwa universitas akan memberikan sanksi akademik tegas, mulai dari teguran keras hingga skorsing, kepada mahasiswa yang terbukti bersalah dan menyalahi aturan. Ide kegiatan yang memaksa Maba saling mencium kening tersebut, yang disebut berasal dari seorang senior dan alumni dengan dalih 'kekeluargaan', dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai edukasi dan etika kampus.

Pihak Unsri juga berkomitmen untuk mengevaluasi seluruh prosedur perizinan dan pendampingan kegiatan kemahasiswaan. Wakil rektor bidang akademik dan kemahasiswaan ditugaskan untuk memunculkan sistem pembinaan baru yang memastikan semua kegiatan mahasiswa mengacu pada nilai-nilai etika, kesetaraan, dan tanggung jawab, guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Login IG