Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.

Unsri bentuk tim investigasi usut mahasiswa baru disuruh saling cium saat orientasi kampus. Himateta dibekukan setahun dan 15 senior diperiksa atas perundungan.

Palembang · Wednesday, 26 November 2025 10:00 WITA · Dibaca: 36
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.

PALEMBANG, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) secara resmi telah membentuk tim investigasi dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) untuk mengusut tuntas insiden viral yang memperlihatkan mahasiswa baru (maba) dipaksa saling cium dalam sebuah kegiatan orientasi kampus.

Video yang beredar luas di media sosial pada Senin (22/9/2025) lalu, merekam momen ketika puluhan maba, yang sebagian besar berpasangan sesama jenis, diinstruksikan oleh senior untuk melakukan aksi saling cium kening atau pipi. Kegiatan tidak etis ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) Fakultas Pertanian Unsri, yang dilaporkan terjadi pada Sabtu (20/9/2025) di kawasan kampus Indralaya, Ogan Ilir.

Sekretaris Unsri, Prof. Alfitri, mengonfirmasi pembentukan tim investigasi tersebut sebagai respons cepat pihak kampus terhadap pelanggaran berat etika kemahasiswaan dan pedoman Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsri Tahun Akademik 2025/2026. Menurutnya, tindakan ini masuk dalam kategori perundungan dan pelecehan non-seksual yang dilarang keras oleh peraturan rektorat.

Sebagai langkah awal dan tindakan tegas, Pimpinan Fakultas Pertanian telah membekukan kegiatan Himateta selama satu tahun ke depan. Selain itu, setidaknya 15 mahasiswa senior yang terlibat sebagai panitia, termasuk Ketua dan Wakil Ketua Himpunan, serta Ketua Angkatan 2023, telah dipanggil dan diperiksa secara intensif oleh tim investigasi.

Salah satu senior yang terlibat dilaporkan telah meminta maaf dan mengakui bahwa ide permainan yang memalukan tersebut berasal dari dirinya bersama seorang alumni. Meskipun demikian, Unsri memastikan bahwa investigasi akan terus berlanjut, dengan Satgas PPKPT fokus pada penelusuran pelaku perundungan untuk menjatuhkan sanksi disiplin yang berlaku.

Pihak kampus menegaskan bahwa sanksi yang akan diberikan kepada mahasiswa yang terbukti bersalah dapat berupa teguran hingga skorsing, sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan. Unsri juga mengimbau seluruh mahasiswa baru agar tidak melayani ajakan dari pihak manapun yang mengarah pada tindak kekerasan, perpeloncoan, perundungan, atau pelecehan seksual, serta meminta seluruh kegiatan kemahasiswaan berada di bawah pengawasan dosen untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Login IG