Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Unsri membentuk tim investigasi dengan Satgas PPKPT usai viral maba dipaksa berciuman oleh senior Himateta Fakultas Pertanian, Indralaya. Himateta dibekukan.

Palembang · Sunday, 23 November 2025 07:00 WITA · Dibaca: 33
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

PALEMBANG, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) bergerak cepat membentuk tim investigasi untuk mengusut tuntas dugaan perpeloncoan yang melibatkan mahasiswa senior yang viral di media sosial, di mana mahasiswa baru (maba) diduga dipaksa untuk saling berciuman saat kegiatan pengenalan kampus non-resmi. Insiden kontroversial ini terjadi di Kampus Indralaya, Ogan Ilir, pada Sabtu, 20 September 2025, dan melibatkan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) Fakultas Pertanian.

Sekretaris Universitas Sriwijaya, Alfitri, dalam konferensi pers pada Selasa, 23 September 2025, membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa pihak kampus tidak akan tinggal diam terhadap tindakan yang mencoreng nilai-nilai etika dan nama baik institusi. Proses investigasi dilakukan dengan melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unsri.

Sebagai langkah awal dan tindakan tegas, Rektorat Unsri telah membekukan organisasi Himateta selama satu tahun ke depan. Pembekuan ini didasari tidak hanya oleh kasus pemaksaan ciuman yang viral, tetapi juga pelanggaran berat dalam bidang organisasi. Pihak universitas telah memanggil dan memeriksa 15 mahasiswa yang terlibat dalam insiden tersebut untuk mendalami peran dan kesaksian mereka.

Dalam video berdurasi sekitar 24 detik yang beredar luas, terlihat puluhan maba dipaksa untuk duduk berpasangan dan saling mencium kening oleh senior, yang terdengar memberikan instruksi dan ejekan. Meskipun ada pengakuan dari senior yang menyebut aksi ciuman tersebut tidak dipaksa dan merupakan ide dari alumni, pihak Unsri memastikan akan menjatuhkan sanksi keras.

Sanksi yang mengancam para pelaku berkisar dari teguran, pembinaan, skorsing, hingga sanksi akademik terberat berupa pemecatan atau dikeluarkan dari kampus, jika terbukti adanya pelanggaran berat yang mengganggu ranah privasi dan mengarah pada penyimpangan. Rektorat juga menegaskan bahwa kegiatan yang diwarnai aksi pemaksaan tersebut bukanlah bagian resmi dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsri, yang seharusnya mengacu pada nilai-nilai edukasi, etika, kesetaraan, dan tanggung jawab.

Ke depan, Unsri berjanji akan mengevaluasi secara menyeluruh semua prosedur perizinan kegiatan mahasiswa, meningkatkan pendampingan, dan memberikan edukasi masif guna mencegah terulangnya insiden perpeloncoan dan kekerasan di lingkungan kampus.

Login IG