Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.

Unsri membentuk tim investigasi dan membekukan HIMATETA Fakultas Pertanian usai viralnya video mahasiswa baru dipaksa berciuman saat kegiatan pengenalan kampus.

Palembang · Wednesday, 19 November 2025 15:00 WITA · Dibaca: 35
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.

Palembang, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, Sumatera Selatan, mengambil tindakan tegas dengan membentuk tim investigasi terkait dugaan insiden mahasiswa baru (maba) dipaksa saling berciuman atau mencium kening oleh senior mereka saat kegiatan pengenalan kampus. Video viral mengenai aksi perpeloncoan yang dianggap tidak senonoh dan melanggar etika akademik tersebut langsung memicu kecaman luas dari publik dan pihak kampus.

Insiden memalukan tersebut diketahui terjadi di lingkungan Kampus Unsri Indralaya, Ogan Ilir, pada Sabtu, 20 September 2025. Video berdurasi singkat yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sejumlah mahasiswa baru dikumpulkan dan dipaksa duduk berpasangan, baik sesama jenis maupun lawan jenis, untuk kemudian diminta saling mencium kening atau berciuman, diiringi tawa riuh dari para senior.

Kepala Kantor Humas dan Protokol Unsri, Nurly Meilinda, membenarkan kejadian itu dan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan oleh mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA) Fakultas Pertanian. Pihak universitas menegaskan bahwa kegiatan yang berujung pada tindakan perundungan dan pelecehan itu bukan merupakan bagian resmi dari agenda Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsri Tahun Akademik 2025/2026.

Menindaklanjuti kasus ini, Unsri telah menjatuhkan sanksi cepat berupa pembekuan kegiatan HIMATETA selama satu tahun. Selain itu, pimpinan Fakultas Pertanian telah memanggil dan memeriksa Ketua dan Wakil Ketua HIMATETA, Ketua Angkatan 2023, serta seluruh panitia pelaksana kegiatan. Sekretaris Unsri, Profesor Alfitri, menambahkan bahwa Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Unsri juga telah diterjunkan untuk melakukan investigasi lanjutan terhadap terduga pelaku perundungan.

Dari hasil pemeriksaan awal, sejumlah senior yang terlibat, yang merupakan pengurus HIMATETA, telah muncul ke publik dan menyampaikan permintaan maaf atas tindakan mereka, mengakui bahwa ide perbuatan tersebut berasal dari seorang alumni. Mereka menyatakan menerima konsekuensi yang diberikan pihak kampus. Sebanyak 15 mahasiswa dilaporkan sedang menjalani pemeriksaan intensif terkait kesaksian mereka. Pihak Unsri mengingatkan bahwa kampus tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan, perpeloncoan, perundungan, pelecehan seksual, dan intoleransi, serta akan memberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Login IG