Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus
Universitas Sriwijaya (Unsri) terus mengusut insiden viral mahasiswa baru yang disuruh seniornya saling berciuman kening saat kegiatan pengenalan kampus. HIMATETA dibekukan dan 15 mahasiswa senior telah diperiksa Satgas PPKPT Unsri.
PALEMBANG, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) memastikan proses investigasi mendalam terus dilakukan terkait insiden viral mahasiswa baru (Maba) yang diduga disuruh seniornya untuk saling berciuman kening dalam sebuah kegiatan pengenalan kampus. Tindakan yang menuai kecaman publik ini terjadi di luar agenda resmi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), namun berujung pada sanksi tegas awal dari pihak universitas.
Peristiwa yang terekam dalam video dan menjadi viral di media sosial tersebut diketahui terjadi pada Sabtu, 20 September 2025, di lingkungan Kampus Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Mahasiswa senior dari Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA), Fakultas Pertanian, disebut menginisiasi kegiatan tersebut, di mana puluhan Maba diminta duduk berpasangan sesama jenis untuk kemudian saling mencium kening temannya. Para senior yang merekam dan menyebarkan video tersebut diduga berdalih bahwa hal itu adalah bagian dari 'permainan' untuk mempererat kekeluargaan, sebuah klaim yang ditolak tegas oleh pihak kampus dan warganet.
Menanggapi kehebohan yang terjadi, Unsri melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) telah mengambil langkah cepat dengan membentuk tim investigasi. Sekretaris Unsri, Prof. Alfitri, menyatakan bahwa pihak kampus tidak menoleransi segala bentuk perpeloncoan, kekerasan, perundungan, apalagi yang mengarah pada pelecehan seksual, sesuai dengan Surat Edaran Rektor tentang Ketentuan Pelaksanaan PKKMB.
Sebagai sanksi awal dan pencegahan, Pimpinan Fakultas Pertanian telah memanggil seluruh pihak yang terlibat, termasuk Ketua dan Wakil Ketua HIMATETA serta panitia pelaksana kegiatan. Langkah tercepat yang diambil oleh universitas adalah membekukan sementara aktivitas HIMATETA selama satu tahun ke depan, sebagai bentuk sanksi berat di bidang organisasi. Dilaporkan, sedikitnya 15 mahasiswa senior telah diperiksa oleh tim investigasi.
Unsri menjamin bahwa proses investigasi oleh Satgas PPKPT akan terus berjalan untuk mendalami unsur paksaan dan perundungan yang terjadi. Jika terbukti ada pelanggaran berat, mahasiswa yang terlibat dapat dikenakan sanksi akademik mulai dari teguran, pembinaan, hingga skorsing, sesuai dengan peraturan yang berlaku di Unsri. Kasus ini juga memicu Unsri untuk mengevaluasi prosedur perizinan dan meningkatkan pendampingan kepada seluruh organisasi mahasiswa agar kegiatan kampus senantiasa mengacu pada nilai-nilai edukasi, etika, dan kesetaraan.