Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Unsri bentuk tim investigasi, libatkan Satgas PPKPT, usai video maba disuruh cium kening oleh senior Himateta viral. Himateta dibekukan satu tahun.

Palembang · Monday, 17 November 2025 07:00 WITA · Dibaca: 47
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Palembang, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) bergerak cepat membentuk tim investigasi untuk menindaklanjuti viralnya video yang menunjukkan dugaan perintah saling berciuman antar-mahasiswa baru (Maba) oleh senior dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) atau orientasi studi. Peristiwa yang terjadi di lingkungan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) ini telah memicu kecaman publik dan tindakan tegas dari pihak kampus.

Sekretaris Unsri, Prof. Alfitri, dalam keterangan resminya, memastikan bahwa kampus telah memulai proses penyelidikan mendalam atas insiden yang terjadi di Kampus Indralaya, Ogan Ilir, pada Sabtu, 20 September 2025 tersebut. Tim investigasi melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unsri.

Hingga saat ini, pihak universitas telah memanggil dan memeriksa setidaknya 15 mahasiswa senior yang diduga terlibat dalam aksi perpeloncoan tersebut. Para senior dari Program Studi Teknologi Pertanian itu diduga menyuruh mahasiswa baru untuk saling mencium kening dengan dalih "kekeluargaan."

Sebagai langkah awal dan respons institusional yang tegas, Unsri telah membekukan kegiatan operasional Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) selama satu tahun ke depan. Pembekuan ini didasari adanya dugaan pelanggaran berat yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan orientasi.

Prof. Alfitri menegaskan bahwa Unsri akan menerapkan sanksi akademik yang berat, mulai dari teguran hingga skorsing, bagi setiap mahasiswa yang terbukti melanggar peraturan. Hal ini sejalan dengan Surat Edaran (SE) Rektor mengenai Ketentuan Pelaksanaan PKKMB yang secara jelas melarang segala bentuk kekerasan, perundungan, perpeloncoan, dan pelecehan seksual.

Lebih lanjut, pihak kampus juga menyatakan akan mengevaluasi secara menyeluruh prosedur perizinan dan pendampingan terhadap seluruh organisasi mahasiswa untuk memastikan semua kegiatan mengacu pada nilai-nilai edukasi, etika, kesetaraan, dan tanggung jawab. Kejadian ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sistem pembinaan mahasiswa di Unsri agar kasus pelanggaran serupa tidak terulang di masa depan.

Login IG