Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.
Unsri membentuk tim investigasi dan membekukan HIMATETA usai viralnya video maba disuruh saling cium kening saat pengenalan kampus. Pihak kampus janji sanksi tegas. (159 karakter)
Palembang, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) merespons cepat beredarnya video viral di media sosial yang menampilkan sejumlah mahasiswa baru (Maba) diduga dipaksa melakukan aksi saling cium kening oleh senior saat kegiatan pengenalan kampus. Pihak universitas telah membentuk tim investigasi dan menjatuhkan sanksi pembekuan sementara terhadap himpunan mahasiswa yang terlibat.
Insiden yang terjadi di lingkungan kampus Unsri Indralaya, Ogan Ilir, pada Sabtu, 20 September 2025, ini menjadi sorotan tajam publik karena dianggap sebagai bentuk perpeloncoan yang mengarah pada pelecehan. Dalam rekaman yang beredar, mahasiswa baru dari Program Studi Teknologi Pertanian terlihat dikumpulkan dan disuruh duduk berhadapan untuk saling mencium kening, disaksikan dan diiringi tawa para senior.
Sekretaris Unsri, Prof. Alfitri, mengonfirmasi bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif otonom dari Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA) dan bukan bagian dari agenda resmi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Pihak kampus menegaskan telah mengeluarkan Surat Edaran Rektor yang melarang keras segala bentuk kekerasan, perpeloncoan, perundungan, pelecehan seksual, dan intoleransi.
Sebagai langkah awal penindakan, Unsri telah memanggil dan memeriksa setidaknya 15 mahasiswa senior yang terlibat, termasuk Ketua dan Wakil Ketua HIMATETA serta Ketua Angkatan 2023. Tindak lanjut yang paling tegas adalah pembekuan kegiatan HIMATETA selama satu tahun ke depan. Tim investigasi, yang melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unsri, masih mendalami kasus ini untuk menentukan sanksi akademik lebih lanjut.
Prof. Alfitri menyampaikan bahwa sanksi tegas akan diberikan kepada mahasiswa yang terbukti melanggar aturan, mulai dari teguran, pembinaan, hingga skorsing. Pihak HIMATETA 2025 sendiri telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas "keteledoran" tersebut dan mengaku mendapatkan ide "game" saling cium dari seorang alumni. Kasus ini juga memicu evaluasi menyeluruh oleh pimpinan kampus terhadap seluruh organisasi mahasiswa untuk memastikan semua kegiatan berpedoman pada nilai-nilai edukasi, etika, dan kesetaraan.