Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Unsri bentuk tim investigasi usai video Maba disuruh ciuman saat PKKMB viral. Himateta dibekukan setahun dan 15 senior diperiksa atas dugaan perundungan.

PALEMBANG · Wednesday, 12 November 2025 17:00 WITA · Dibaca: 58
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

PALEMBANG, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) secara resmi membentuk tim investigasi guna menindaklanjuti viralnya video yang menampilkan sejumlah mahasiswa baru (Maba) diminta oleh senior untuk saling berciuman atau mencium kening sesama Maba dalam kegiatan pengenalan kampus. Pihak rektorat telah mengambil langkah cepat dengan membekukan organisasi mahasiswa yang terlibat serta memanggil belasan senior untuk dimintai keterangan.

Sekretaris Unsri, Prof. Alfitri, dikonfirmasi di Palembang, mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi dalam sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) Fakultas Pertanian, yang disebut sebagai praktik kuliah lingkungan (praklining) atau bagian dari Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan puluhan Maba dikumpulkan dan disuruh saling mencium kening, bahkan dengan adanya celetukan dari senior yang mengindikasikan unsur paksaan atau perundungan.

Sebagai respons awal, Prof. Alfitri menegaskan bahwa Himateta resmi dibekukan (disuspen) selama satu tahun ke depan lantaran telah ditemukan pelanggaran berat dalam kegiatan organisasinya. Hingga saat ini, sekitar 15 mahasiswa senior yang terlibat langsung dalam kegiatan perpeloncoan tersebut telah dipanggil dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh tim investigasi kampus.

Kepala Kantor Humas dan Protokol Unsri, Nurly Meilinda, sebelumnya membenarkan kejadian tersebut dan menyebut bahwa pihak kampus sedang mendalami apakah aksi 'ciuman' itu benar-benar spontan atau merupakan ide dari kakak tingkat dan alumni, yang kemudian berujung pada perundungan. Investigasi selanjutnya akan diambil alih oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unsri.

Pihak Unsri berkomitmen akan menjatuhkan sanksi akademik yang tegas jika hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran berat yang dilakukan oleh mahasiswa senior, termasuk tindak kekerasan atau pelecehan seksual, sesuai dengan peraturan yang berlaku di Unsri. Sanksi yang mungkin diberikan berkisar mulai dari teguran, pembinaan, skorsing, hingga sanksi terberat berupa pemecatan (drop out). Unsri juga berencana mengevaluasi total prosedur perizinan kegiatan kemahasiswaan untuk memastikan semua kegiatan mengacu pada nilai-nilai edukasi, etika, dan kesetaraan, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh civitas akademika.

Login IG