Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Unsri bentuk tim investigasi melibatkan Satgas PPKPT usai video viral maba disuruh ciuman saat ospek. HIMATETA dibekukan dan 15 mahasiswa diperiksa.

Palembang · Monday, 10 November 2025 15:00 WITA · Dibaca: 44
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Palembang, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) secara resmi telah membentuk tim investigasi dan mengambil langkah tegas menyusul viralnya video yang menampilkan mahasiswa baru (maba) diduga dipaksa untuk saling berciuman kening oleh senior mereka saat kegiatan pengenalan kampus.

Insiden yang terjadi pada Sabtu, 20 September 2025, di lingkungan kampus Unsri Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, tersebut melibatkan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA). Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, terlihat puluhan maba dipaksa duduk berpasangan dan melakukan aksi cium kening, yang kemudian menuai kecaman publik secara masif karena dianggap sebagai bentuk perpeloncoan dan pelecehan. Pihak universitas bergerak cepat menanggapi kontroversi tersebut untuk mengusut tuntas pelanggaran etika dan akademik yang terjadi.

Sekretaris Unsri, Profesor Alfitri, dalam konferensi pers, mengonfirmasi pembentukan tim investigasi yang melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unsri. Langkah ini diambil untuk menyelidiki secara mendalam kesaksian maba terkait perintah saling berciuman tersebut. Hingga saat ini, tim investigasi telah memeriksa sedikitnya 15 mahasiswa senior yang merupakan pengurus HIMATETA, serta pihak-pihak terkait lainnya.

Sebagai sanksi awal dan bentuk ketegasan, pihak kampus telah membekukan organisasi HIMATETA selama satu tahun ke depan. Pembekuan ini didasari oleh pelanggaran berat di bidang organisasi, di samping insiden perpeloncoan yang tengah diselidiki. Profesor Alfitri juga menegaskan bahwa Unsri akan menjatuhkan sanksi akademik mulai dari teguran hingga skorsing bagi mahasiswa senior yang terbukti bersalah dan menyalahi aturan.

Pihak senior yang terlibat, termasuk pengurus HIMATETA, dilaporkan telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka. Mereka mengakui kesalahan dan menyatakan ide tersebut didapatkan dari seorang alumni, serta mengaku tidak memikirkan dampak jangka panjang dari tindakan yang mereka lakukan. Klarifikasi ini tidak menghentikan proses hukum internal kampus. Unsri berkomitmen untuk mengevaluasi seluruh prosedur perizinan dan pembinaan kegiatan kemahasiswaan. Kampus juga akan meningkatkan pendampingan dan edukasi bagi organisasi mahasiswa agar kegiatan yang dilakukan selalu mengacu pada nilai-nilai edukasi, etika, kesetaraan, dan tanggung jawab, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Login IG