Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Unsri bentuk tim investigasi dan bekukan HIMATETA usai video viral mahasiswa baru disuruh saling cium kening saat pengenalan kampus. Belasan senior diperiksa.

PALEMBANG · Monday, 10 November 2025 00:00 WITA · Dibaca: 52
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

PALEMBANG, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) mengambil langkah tegas dengan membentuk tim investigasi internal menyusul viralnya video yang memperlihatkan puluhan mahasiswa baru (Maba) diduga dipaksa melakukan aksi saling cium kening oleh senior mereka saat kegiatan pengenalan kampus. Insiden yang terjadi pada rangkaian acara penyambutan mahasiswa di lingkungan Program Studi Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, pada Sabtu (20/9/2025) lalu, telah memicu kecaman publik secara meluas.

Video berdurasi singkat yang beredar luas di media sosial sejak Senin (22/9/2025) menunjukkan Maba, termasuk yang berpasangan sesama jenis, diperintahkan untuk mencium kening teman di sebelahnya di bawah pengawasan senior. Aksi tersebut, yang dinilai sebagai bentuk perpeloncoan dan perundungan, langsung ditindaklanjuti oleh Rektorat Unsri.

Sekretaris Unsri, Prof. Alfitri, mengonfirmasi bahwa pihak kampus telah membentuk tim investigasi dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) untuk mengusut tuntas insiden tersebut. Tindakan awal yang diambil adalah memanggil dan memeriksa 15 mahasiswa senior dari Program Studi Teknologi Pertanian yang diduga menjadi pelaku. Unsri menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak termasuk dalam agenda resmi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang telah diatur oleh rektorat.

Sebagai sanksi pendahuluan, Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA) dibekukan sementara kegiatannya selama satu tahun ke depan. Keputusan ini diambil untuk menunjukkan komitmen kampus dalam memberantas segala bentuk kekerasan, perpeloncoan, perundungan, dan pelecehan seksual di lingkungan akademik.

Ketua Umum HIMATETA dan beberapa senior yang terlibat telah menyampaikan permintaan maaf secara publik. Mereka mengakui kesalahan dan penyesalan mendalam atas insiden yang menimbulkan kegaduhan. Disebutkan pula bahwa ide 'cium kening' muncul secara spontan dari senior dan masukan alumni, bukan bagian dari skenario acara yang telah direncanakan.

Prof. Alfitri juga menyampaikan bahwa kampus tidak segan menjatuhkan sanksi akademik yang berat, termasuk potensi pemecatan, bagi mahasiswa yang terbukti melanggar kode etik dan menyalahi aturan dalam proses investigasi. Pihak Unsri juga akan mengevaluasi seluruh prosedur perizinan kegiatan kemahasiswaan dan meningkatkan pendampingan organisasi mahasiswa untuk memastikan semua kegiatan berlandaskan nilai-nilai edukasi dan etika.

Login IG