Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.
Universitas Sriwijaya (Unsri) membuka investigasi resmi terkait dugaan pelecehan saat PKKMB, di mana mahasiswa baru diduga disuruh berciuman. Sanksi tegas menanti panitia.
Palembang, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) telah memulai penyelidikan internal yang serius menyusul beredarnya laporan dan video di media sosial yang menuduh panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) memerintahkan mahasiswa baru untuk melakukan tindakan tidak senonoh, termasuk dugaan ciuman.
Juru Bicara Rektorat Unsri, Dr. Budi Santoso, mengonfirmasi pada Kamis (07/11/2025) bahwa tim investigasi independen dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unsri telah dibentuk dan mulai bekerja. "Kami sangat prihatin dan memastikan setiap aduan akan ditindaklanjuti dengan cepat dan transparan. Tidak ada tempat bagi praktik perpeloncoan yang mengandung unsur pelecehan di Unsri," tegas Dr. Budi.
Dugaan pelecehan ini pertama kali mencuat melalui unggahan anonim di platform media sosial, di mana mahasiswa baru dari salah satu fakultas mengaku dipaksa berpasangan dan melakukan adegan ciuman sebagai bagian dari 'hukuman' atau 'ice breaking' yang dianggap tidak etis dan melanggar norma kesusilaan. Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada sesi kegiatan pengenalan kampus di lingkungan salah satu fakultas.
Rektorat menegaskan bahwa perintah tersebut sama sekali tidak termasuk dalam modul resmi PKKMB yang disahkan oleh universitas. Investigasi kini berfokus pada oknum mahasiswa senior yang bertindak sebagai koordinator lapangan dan pelaksana kegiatan di tingkat fakultas.
Unsri berjanji akan menjatuhkan sanksi yang sangat berat jika tuduhan tersebut terbukti benar. Sanksi administratif hingga sanksi akademik, termasuk skorsing atau bahkan *drop out* bagi oknum mahasiswa senior yang terlibat langsung dalam pemberian perintah, telah disiapkan. Langkah ini merupakan komitmen universitas untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan.
Saat ini, rektorat mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dari spekulasi sambil menunggu hasil investigasi resmi. Unsri memastikan transparansi penuh dan akan mengumumkan temuan serta keputusan sanksi kepada publik sesegera mungkin.