Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Unsri Palembang membentuk Satgas investigasi dan membekukan HIMATETA usai viral video mahasiswa baru dipaksa berciuman saat kegiatan pengenalan kampus.

PALEMBANG · Tuesday, 04 November 2025 16:00 WITA · Dibaca: 37
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

PALEMBANG, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) secara tegas mengambil tindakan serius dengan membentuk tim investigasi terkait viralnya video dugaan perpeloncoan yang melibatkan mahasiswa senior yang memerintahkan mahasiswa baru (maba) saling berciuman dalam sebuah kegiatan pengenalan kampus. Insiden yang memicu reaksi keras dari publik ini berujung pada pembekuan sementara organisasi mahasiswa yang terlibat.

Peristiwa tidak pantas tersebut diketahui terjadi pada Sabtu, 20 September 2025, di Kampus Unsri Indralaya, Ogan Ilir, saat pelaksanaan kegiatan praklining atau gotong royong bersih-bersih yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA) Fakultas Pertanian. Dalam rekaman video yang beredar, tampak sejumlah mahasiswa baru dikumpulkan dan dipaksa untuk berpasangan serta melakukan aksi saling cium, yang disebut-sebut sebagai bagian dari 'permainan' yang diinisiasi oleh mahasiswa senior dan seorang alumni. Pihak kampus menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak ada kaitannya dengan agenda resmi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsri, yang secara ketat melarang segala bentuk kekerasan, perundungan, dan pelecehan.

Menanggapi polemik ini, Sekretaris Unsri, Prof. Alfitri, menyatakan bahwa pihak universitas telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unsri untuk menelusuri secara mendalam kasus tersebut. “Saat ini sedang dalam proses investigasi dengan melibatkan Satgas PPKPT Universitas Sriwijaya,” kata Prof. Alfitri, menekankan komitmen kampus untuk menjaga lingkungan akademik yang bebas dari kekerasan dan perpeloncoan. Pimpinan Fakultas Pertanian juga telah memanggil dan memeriksa Ketua, Wakil Ketua HIMATETA, Ketua Angkatan 2023, serta panitia pelaksana kegiatan.

Sebagai langkah awal yang cepat dan tegas, Unsri telah membekukan kegiatan HIMATETA selama satu tahun ke depan, menyusul temuan adanya pelanggaran berat di bidang organisasi dan etika. Sebanyak 15 mahasiswa yang diduga terlibat dalam insiden tersebut telah dimintai keterangan oleh tim investigasi. Pihak universitas memastikan akan menjatuhkan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku, mulai dari teguran, pembinaan, hingga skorsing akademik, bagi mahasiswa yang terbukti melanggar aturan. Meskipun pihak senior yang terlibat telah menyampaikan permintaan maaf, proses hukum dan sanksi akademik tetap akan dijalankan sesuai hasil investigasi Satgas.

Lebih lanjut, Unsri berkomitmen untuk melakukan evaluasi total terhadap seluruh prosedur perizinan dan kegiatan kemahasiswaan. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan akan memunculkan sistem pembinaan baru yang mengharuskan semua kegiatan mahasiswa mengacu pada nilai-nilai edukasi, etika, kesetaraan, dan tanggung jawab, sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Login IG