Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.

Unsri Palembang mengusut tuntas insiden viral mahasiswa baru diduga dipaksa berciuman saat Ospek. Rektorat bentuk tim investigasi, sanksi berat menanti panitia.

Palembang · Thursday, 30 October 2025 15:00 WITA · Dibaca: 110
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.

Palembang, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) bergerak cepat mengusut tuntas insiden dugaan perpeloncoan yang melibatkan mahasiswa baru saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) atau Ospek. Pihak kampus membentuk tim investigasi internal setelah video yang memperlihatkan dua mahasiswa baru disuruh berciuman oleh panitia senior beredar luas dan memicu kecaman publik.

Insiden memalukan tersebut diduga terjadi di salah satu fakultas di lingkungan Unsri, Palembang, di mana panitia PK2MB, yang merupakan mahasiswa senior, menggunakan metode 'hukuman' atau permainan yang melanggar batas etika dan norma kesusilaan. Rekaman viral tersebut menampilkan momen ketika dua mahasiswa pria diperintahkan untuk melakukan adegan yang tidak senonoh, yang kemudian dinilai sebagai bentuk pelecehan dan perendahan martabat.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsri, menyatakan bahwa pihak Rektorat telah mengambil langkah tegas. "Kami langsung membentuk tim investigasi untuk memanggil dan memeriksa semua pihak yang terlibat, baik mahasiswa baru yang menjadi korban maupun seluruh panitia senior yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut," ujarnya. Ia menambahkan bahwa Unsri memiliki komitmen nol toleransi terhadap segala bentuk perpeloncoan dan kekerasan, khususnya yang menjurus pada pelecehan.

Tim investigasi Unsri fokus pada pengumpulan bukti dan keterangan untuk memastikan tingkat pelanggaran yang terjadi. Sanksi berat telah disiapkan sesuai dengan peraturan akademik dan tata tertib kampus. Sanksi yang dapat dijatuhkan meliputi pembekuan kegiatan organisasi kemahasiswaan, skorsing akademik, hingga sanksi paling berat yaitu *drop out* (DO) bagi panitia yang terbukti melakukan pemaksaan atau tindak kekerasan.

Kejadian ini kembali menjadi alarm bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia terkait pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Ospek. Unsri memastikan bahwa kegiatan orientasi selanjutnya akan direstrukturisasi agar fokus sepenuhnya pada pengenalan akademik, etika, dan nilai-nilai luhur kampus, jauh dari praktik-praktik yang merendahkan martabat mahasiswa. Hasil investigasi dan keputusan sanksi akan diumumkan secara transparan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik kampus.

Login IG