Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.

Unsri membekukan Himateta dan membentuk Satgas PPKPT untuk menginvestigasi viralnya video mahasiswa baru disuruh ciuman saat pengenalan kampus di Indralaya. Sanksi berat menanti pelaku. [160 karakter]

Palembang · Wednesday, 15 October 2025 16:00 WITA · Dibaca: 40
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.

PALEMBANG, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) secara resmi membentuk tim investigasi dan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) menyusul viralnya video yang menampilkan mahasiswa baru (maba) diminta untuk saling berciuman atau mencium kening oleh senior mereka saat kegiatan pengenalan kampus. Pihak rektorat mengambil langkah tegas dengan membekukan organisasi mahasiswa yang terlibat serta mengancam sanksi akademik hingga pemecatan bagi para pelaku.

Insiden yang memicu keresahan publik tersebut dilaporkan terjadi di Kampus Unsri Indralaya, Ogan Ilir, pada Sabtu, 20 September 2025. Aksi tak pantas yang terekam dalam video tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) dari Fakultas Pertanian. Meskipun pihak kampus menyatakan kegiatan awalnya berizin untuk “prakuliah lingkungan” atau bersih-bersih, aksi yang disaksikan tersebut muncul di luar rencana dan dianggap sebagai pelanggaran berat etika kemahasiswaan.

Sekretaris Unsri, Prof. Aidil Fitri, mengonfirmasi bahwa kampus telah memanggil dan memeriksa setidaknya 15 mahasiswa senior yang teridentifikasi sebagai panitia pelaksana kegiatan tersebut. “Kami sudah memeriksa 15 orang kakak tingkat. Ke-15 orang inilah yang menyebabkan kejadian ini terjadi,” ujar Prof. Aidil, seraya menambahkan bahwa Unsri akan berkoordinasi dengan Satgas PPKPT untuk menentukan sanksi yang bijak dan setimpal.

Sebagai tindakan awal, pihak kampus telah menjatuhkan sanksi administratif berupa pembekuan kegiatan organisasi Himateta selama satu tahun ke depan. Sanksi ini diambil karena ditemukan pelanggaran berat dalam pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan yang bertentangan dengan Surat Edaran (SE) Rektor tentang Ketentuan Pelaksanaan PKKMB. Unsri berkomitmen bahwa jika hasil investigasi menunjukkan adanya pelanggaran berat, sanksi akademik terberat, termasuk skorsing hingga pemecatan, tidak akan segan dijatuhkan kepada mahasiswa senior yang terbukti bersalah.

Pihak Unsri juga menegaskan kembali komitmennya untuk mengevaluasi seluruh prosedur perizinan kegiatan mahasiswa dan memperketat pendampingan, demi menciptakan lingkungan edukasi yang sehat, bebas dari kekerasan, perundungan, dan pelecehan seksual, serta tetap menjadi ruang aman bagi seluruh civitas akademika.

Login IG