Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Unsri Palembang membentuk tim investigasi dan membekukan HIMATETA usai viralnya video mahasiswa baru dipaksa senior saling berciuman saat kegiatan pengenalan kampus.

Palembang · Saturday, 11 October 2025 02:00 WITA · Dibaca: 43
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Palembang, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) mengambil langkah cepat dengan membentuk tim investigasi menyusul viralnya video yang menampilkan sejumlah mahasiswa baru (Maba) dipaksa saling berciuman oleh senior mereka dalam sebuah kegiatan di lingkungan kampus. Tindakan yang dinilai melanggar etika dan aturan akademik ini memicu sorotan tajam dari publik dan komitmen kampus untuk menindak tegas pelaku perpeloncoan.

Peristiwa tidak etis tersebut terungkap terjadi pada Sabtu, 20 September 2025, dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA). Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan Maba dari Program Studi Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian diperintahkan untuk melakukan aksi saling cium kening antar-sesama mahasiswa, baik laki-laki dengan laki-laki maupun perempuan dengan perempuan.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Universitas Sriwijaya, Prof. Alfitri, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak universitas telah membentuk tim investigasi yang terdiri dari 15 orang, termasuk dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Unsri. Tim ini bertugas menelusuri secara mendalam kronologi dan menentukan sanksi yang tepat.

Sebagai langkah awal dan tindakan cepat, pihak Fakultas Pertanian telah memanggil dan memeriksa 15 mahasiswa yang terlibat, baik dari pihak senior pelaksana kegiatan maupun Maba. Selain itu, Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA) telah dikenai sanksi pembekuan sementara selama satu tahun ke depan.

Prof. Alfitri menjelaskan bahwa kegiatan yang bersangkutan awalnya berizin sebagai kegiatan bersih-bersih (praklining), namun aksi tidak senonoh tersebut diklaim terjadi secara spontan dan di luar pantauan pembina kemahasiswaan. Unsri menegaskan bahwa jika hasil investigasi terbukti adanya pelanggaran berat, sanksi akan dijatuhkan mulai dari teguran, pembinaan, hingga skorsing akademik, sesuai peraturan universitas yang berlaku. Pihak kampus juga berkomitmen untuk menjamin lingkungan akademik bebas dari kekerasan, perpeloncoan, dan pelecehan.

Login IG