Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.

Universitas Sriwijaya (Unsri) membentuk tim investigasi setelah video viral mahasiswa baru (Maba) dipaksa saling cium saat ospek, berujung pembekuan Himateta.

PALEMBANG · Friday, 10 October 2025 22:00 WITA · Dibaca: 56
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus.

PALEMBANG, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri), Sumatera Selatan, mengambil langkah tegas dengan membentuk tim investigasi terkait viralnya video yang memperlihatkan puluhan mahasiswa baru (Maba) dipaksa untuk saling berciuman saat mengikuti kegiatan orientasi di kampus. Insiden yang dianggap sebagai bentuk perpeloncoan dan pelecehan etika kampus ini terjadi di lingkungan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) Fakultas Pertanian pada Sabtu, 20 September 2025.

Video berdurasi singkat tersebut menjadi sorotan publik dan menuai kecaman luas setelah diunggah di media sosial. Dalam rekaman itu, Maba terlihat duduk berpasangan, baik sesama jenis maupun lawan jenis, dan diperintahkan oleh senior untuk saling mencium kening. Beberapa sumber menyebutkan instruksi tersebut mengarah pada praktik yang dinilai tidak senonoh, mencederai nilai-nilai edukasi, dan mengganggu ranah privasi mahasiswa.

Pihak Unsri bergerak cepat menanggapi kontroversi ini. Sekretaris Unsri, Prof. Dr. Al Fitri, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi di luar jam kegiatan resmi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dan di luar pantauan pembina kemahasiswaan fakultas. Tindakan tersebut diakui sebagai permainan spontan yang diinisiasi oleh beberapa mahasiswa senior dan seorang alumni setelah acara formal selesai.

Tim investigasi yang dibentuk kampus telah melakukan pemeriksaan terhadap sedikitnya 15 mahasiswa yang diduga terlibat, baik sebagai inisiator maupun panitia kegiatan. Kampus berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus ini secara menyeluruh untuk mengungkap latar belakang dan aktor di balik pemaksaan tersebut.

Sebagai sanksi awal, Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) telah dibekukan sementara kegiatannya selama satu tahun ke depan. Unsri memastikan akan menjatuhkan sanksi tegas kepada mahasiswa yang terbukti bersalah, yang mencakup rentang dari teguran, pembinaan, skorsing (pembekuan status akademik), hingga sanksi terberat berupa pemecatan atau dikeluarkan dari kampus jika pelanggaran yang dilakukan tergolong berat dan mengarah pada penyimpangan seksual atau pelecehan.

Kejadian ini kembali memicu perdebatan mengenai praktik perpeloncoan dan kekerasan dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru di perguruan tinggi Indonesia, menyoroti pentingnya pengawasan ketat dari pihak kampus terhadap setiap kegiatan yang melibatkan interaksi antara senior dan junior. Unsri menekankan bahwa kebijakan kampus melarang segala bentuk perpeloncoan dan perundungan.

Login IG