Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus
Unsri membentuk tim investigasi, melibatkan Satgas Anti Kekerasan Seksual, usai viralnya video mahasiswa baru disuruh berciuman. Himateta dibekukan 1 tahun.
PALEMBANG, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) mengambil langkah tegas dengan membentuk tim investigasi terkait viralnya video yang memperlihatkan sejumlah mahasiswa baru (maba) Program Studi Teknologi Pertanian yang diduga dipaksa oleh senior untuk saling mencium kening saat kegiatan pengenalan kampus (Ospek) pada Sabtu, 20 September 2025. Peristiwa yang terjadi di Kampus Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, tersebut menuai perhatian publik dan dinilai sebagai bentuk perploncoan yang melanggar nilai-nilai edukasi dan etika.
Kepala Kantor Humas dan Protokol Unsri, Nurly Meilinda, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak universitas telah merespons dengan cepat. "Langkah tercepat yang kami lakukan adalah membekukan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) selama satu tahun," ujar Nurly. Pembekuan ini, menurut keterangan universitas sebelumnya, dilakukan karena dianggap adanya pelanggaran berat dalam bidang organisasi, terlepas dari kasus yang terkini.
Untuk mengusut tuntas insiden tersebut, Unsri telah membentuk tim investigasi yang melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Anti Kekerasan Seksual. Tim ini bertugas menelusuri pelaksanaan kegiatan yang berujung pada tindakan yang dianggap tidak pantas tersebut. Sekretaris Universitas Sriwijaya, Prof. Aidil Fitri, menuturkan bahwa kegiatan yang berujung viral tersebut sejatinya diizinkan sebagai kegiatan pra-cleaning atau gotong royong bersih-bersih.
Saat ini, tim investigasi telah memanggil dan memeriksa setidaknya 15 mahasiswa yang terlibat, baik dari kalangan senior maupun mahasiswa baru. Pihak kampus menegaskan bahwa mereka akan mendalami betul kasus ini. “Jika memang ada pelanggaran maka akan ada sanksi mulai dari teguran, pembinaan hingga jika berat bisa diskorsing, namun masih menunggu hasil investigasi,” tegas Nurly Meilinda. Pihak universitas berjanji akan mengumumkan hasil investigasi ini secara terbuka melalui PPID kampus sebagai bentuk transparansi.
Insiden ini menjadi evaluasi serius bagi Unsri. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ditugaskan untuk memunculkan sistem pembinaan mahasiswa yang baru. Seluruh kegiatan mahasiswa ke depan harus mengacu pada nilai-nilai edukasi, etika, kesetaraan, dan tanggung jawab, sekaligus mengevaluasi seluruh prosedur perizinan dan pendampingan organisasi mahasiswa.