Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Unsri membentuk tim investigasi dan membekukan Himateta usai maba Teknologi Pertanian diduga dipaksa berciuman oleh senior saat pengenalan kampus.

Palembang · Thursday, 02 October 2025 06:00 WITA · Dibaca: 47
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Palembang, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) secara resmi membentuk tim investigasi untuk mengusut tuntas dugaan perpeloncoan yang melibatkan perintah untuk berciuman antar-sesama mahasiswa baru (maba) oleh sejumlah senior dalam kegiatan pengenalan kampus. Skandal yang viral di media sosial ini telah memicu kecaman publik dan perhatian serius dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan tinggi ini dilaporkan terjadi di Kampus Unsri Indralaya, Ogan Ilir, pada Sabtu, 20 September 2025. Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan puluhan maba Program Studi Teknologi Pertanian yang dipaksa duduk berpasangan dan saling mencium, sebuah tindakan yang diklaim sebagai bagian dari 'tradisi' kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta), di luar agenda resmi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) universitas.

Sekretaris Unsri, Alfitri, dalam konferensi pers pada Selasa, 23 September 2025, memastikan bahwa pihak kampus telah mengambil langkah tegas. Unsri kini tengah memproses investigasi dengan melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT). Jika terbukti benar adanya pelanggaran, mahasiswa senior yang terlibat terancam sanksi akademik yang berat, bahkan kemungkinan dikeluarkan dari kampus.

Sebagai tindakan awal, organisasi Himateta telah dibekukan sementara selama satu tahun ke depan, mengingat adanya dugaan pelanggaran berat di bidang organisasi yang terjadi secara berulang. Pihak kampus juga telah memanggil dan memberikan teguran kepada para senior yang menjadi panitia kegiatan. Salah satu mahasiswa senior yang menjadi penggerak kegiatan mengaku mendapatkan ide tersebut dari alumni.

Kasus ini juga mendapat respons dari tingkat nasional. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mendesak Unsri untuk mengaktifkan Satgas PPKPT dan memberikan sanksi administratif yang tegas kepada para pelaku. Hetifah menegaskan bahwa aksi ini termasuk dalam klasifikasi kekerasan psikis dan perundungan (bullying) senioritas, sesuai Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang PPKPT. Sementara itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga telah meminta semua perguruan tinggi untuk lebih serius dalam membina mahasiswa baru demi menjamin ruang kampus yang aman dan inklusif.

Login IG