Pendidikan

Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

Universitas Sriwijaya (Unsri) membuka investigasi resmi terkait viralnya video mahasiswa baru yang disuruh saling cium kening saat PKKMB. Himateta dibekukan, panitia senior terancam sanksi berat.

Palembang · Wednesday, 01 October 2025 15:00 WITA · Dibaca: 30
Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan Kampus

PALEMBANG, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) di Palembang, Sumatera Selatan, menjadi sorotan nasional setelah beredar luasnya video mahasiswa baru (Maba) yang dipaksa melakukan aksi saling cium kening oleh panitia senior saat kegiatan pengenalan kampus atau PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru). Pihak rektorat Unsri segera merespons cepat dengan membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut tuntas insiden yang dinilai sebagai bentuk perpeloncoan melanggar etika dan nilai-nilai akademik ini.

Peristiwa memalukan tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (20/9/2025) dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) Unsri. Dalam rekaman yang viral, puluhan Maba diminta duduk berpasangan, termasuk sesama jenis, dan dipaksa untuk saling mencium kening di bawah tawa dan ejekan dari panitia senior. Salah satu senior bahkan mengakui bahwa ide permainan yang tidak senonoh ini didapatkan dari alumni, mencerminkan adanya potensi praktik feodalisme yang masih bercokol di lingkungan kampus.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsri telah memastikan bahwa sekitar 15 mahasiswa senior yang terlibat sebagai panitia inti dalam kegiatan tersebut telah dipanggil dan menjalani pemeriksaan intensif oleh tim investigasi kampus. Unsri menegaskan komitmennya untuk memberikan sanksi tegas, mulai dari teguran keras, skorsing, hingga potensi dikeluarkannya pelaku utama dari status kemahasiswaan, sesuai dengan tingkat pelanggaran berat yang ditemukan.

Sebagai langkah disipliner awal, pihak universitas telah mengambil tindakan tegas berupa pembekuan sementara terhadap organisasi Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) selama satu tahun ke depan. Ketua Umum Himateta dan beberapa anggota panitia telah menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik dan pihak universitas atas kelalaian yang mencoreng nama baik kampus dan siap menerima konsekuensi atas tindakan mereka.

Menanggapi insiden ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Sekretaris Jenderalnya juga turut memberikan respons, menyatakan bahwa kementerian telah menerima laporan komprehensif dari rektor Unsri mengenai penanganan dan tindak lanjut kasus ini. Kementerian meminta seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk lebih serius dalam membina dan mengawasi kegiatan mahasiswa baru, memastikan bahwa setiap aktivitas di kampus harus mengacu pada nilai-nilai edukasi, etika, kesetaraan, dan tanggung jawab, guna menjamin terciptanya ruang kampus yang aman dan inklusif.

Login IG