Pendidikan

Unsri Investigasi Dugaan Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman Saat Pengenalan Kampus

Unsri Palembang membentuk tim investigasi dan Satgas PPKPT usai viral video mahasiswa baru disuruh berciuman saat orientasi. Organisasi mahasiswa terkait dibekukan.

Palembang · Saturday, 15 November 2025 07:00 WITA · Dibaca: 32
Unsri Investigasi Dugaan Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman Saat Pengenalan Kampus

PALEMBANG, JClarity – Universitas Sriwijaya (Unsri) tengah mengambil langkah tegas dengan membentuk tim investigasi terkait viralnya video dugaan perpeloncoan dalam kegiatan pengenalan kampus yang menyuruh mahasiswa baru (maba) untuk saling berciuman. Insiden yang memicu reaksi publik ini terjadi dalam sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh salah satu organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Pertanian Unsri.

Dugaan pelanggaran etika dan tata tertib kampus ini terungkap setelah sebuah rekaman video berdurasi singkat tersebar luas di media sosial, memperlihatkan puluhan maba Program Studi Teknologi Pertanian dikumpulkan dan dipaksa untuk melakukan aksi saling cium, yang beberapa laporan menyebutkan aksi cium kening antar sesama jenis, di Kampus Indralaya, Ogan Ilir, pada Sabtu, 20 September 2025. Aksi tersebut diduga merupakan bagian dari permainan yang dirancang oleh mahasiswa senior atau panitia penyelenggara.

Sekretaris Unsri, Prof. Alfitri, dalam konferensi pers, mengonfirmasi bahwa pihak universitas telah memulai proses penyelidikan serius. Tim investigasi yang dibentuk melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unsri untuk mengusut tuntas kasus dugaan perundungan ini. Hingga saat ini, pihak kampus telah memanggil dan memeriksa sekitar 15 mahasiswa senior yang diduga terlibat sebagai panitia dan inisiator kegiatan. Tindakan cepat ini menunjukkan komitmen Unsri untuk memberantas praktik kekerasan dan perpeloncoan dalam setiap kegiatan kemahasiswaan.

Sebagai sanksi awal, Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) yang menjadi penyelenggara kegiatan tersebut telah dibekukan sementara selama satu tahun ke depan. Pembekuan ini didasari tidak hanya oleh kasus dugaan perpeloncoan ini, tetapi juga pelanggaran berat lainnya dalam bidang organisasi. Prof. Alfitri menegaskan bahwa pihak kampus tidak akan ragu memberikan sanksi akademik yang tegas, mulai dari teguran hingga skorsing, kepada mahasiswa yang terbukti melanggar aturan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Unsri.

Pihak kampus juga mengingatkan bahwa seluruh kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru harus mengacu pada nilai-nilai edukasi, etika, kesetaraan, dan tanggung jawab, sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Rektor tentang Ketentuan Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Ke depan, Unsri berjanji akan mengevaluasi secara menyeluruh prosedur perizinan dan meningkatkan pendampingan terhadap setiap organisasi mahasiswa untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Login IG