Pendidikan

**Tinjau CH School, Wamen Kemdikdasmen dan Kepala BSKAP Sebut Kolaborasi AI Bisa Jadi Bagian Pendidikan.**

Wamen Kemdikdasmen Prof. Atip Latipulhayat & Kepala BSKAP Prof. Toni Toharudin meninjau CH School Bali. Mereka sebut kolaborasi AI isyarat arah pendidikan masa depan, menekankan relevansi dari kelas tanpa menunggu regulasi.

Badung, Bali · Friday, 31 October 2025 08:00 WITA · Dibaca: 45
**Tinjau CH School, Wamen Kemdikdasmen dan Kepala BSKAP Sebut Kolaborasi AI Bisa Jadi Bagian Pendidikan.**

BADUNG, BALI, JClarity – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Kemdikdasmen), Prof. Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa relevansi pendidikan dapat dimulai dari ruang kelas yang berani bereksperimen, tanpa harus menunggu perubahan regulasi struktural besar dari pemerintah. Pernyataan ini disampaikannya saat meninjau langsung implementasi pembelajaran berbasis kolaborasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) di Sekolah Cendekia Harapan (CH School), Badung, Bali, pada Selasa (29/10/2025).

Kunjungan Wamen Kemdikdasmen bersama Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc., tersebut bertujuan untuk mengamati praktik human–AI collaboration yang telah dijadikan filosofi belajar di CH School sejak tahun 2022. Prof. Atip Latipulhayat menyebut praktik di sekolah tersebut sebagai "isyarat arah bagi ekosistem pendidikan" masa depan.

Dalam tinjauan tersebut, para pejabat disuguhi presentasi proyek lintas disiplin oleh siswa-siswi dari jenjang SD hingga SMA. Beragam inovasi yang dipamerkan meliputi rancangan pengelolaan sampah berbantuan AI, aplikasi dengan etika lingkungan, hingga analisis sosial berbasis data. Setiap karya wajib dilengkapi dengan Human–AI Collaboration Statement yang merinci secara transparan porsi bantuan AI dan porsi nalar kritis siswa, termasuk tautan riwayat percakapan dengan alat AI untuk memastikan integritas akademik digital.

Kepala BSKAP, Prof. Toni Toharudin, mengapresiasi pendekatan CH School dan menilai praktik ini selaras dengan mandat standar dan asesmen yang ditekankan oleh BSKAP, yakni fleksibilitas kurikulum, literasi teknologi, dan penguatan karakter. "Yang tampak di sini bukan sekadar keterampilan abad ke-21, tetapi juga kebijaksanaan abad ke-21," ujar Prof. Toni, menyoroti penekanan pada literasi etis dan kolaboratif yang kuat dalam penggunaan teknologi.

Di sisi lain, Ketua Yayasan Cendekia Harapan, Lidia Sandra, menegaskan filosofi di balik praktik tersebut. Menurutnya, teknologi harus "tunduk pada tujuan kemanusiaan: cerdas, beretika, berdaya cipta." Ia menambahkan bahwa integrasi STEM, coding, dan AI dibenamkan ke seluruh mata pelajaran melalui berbagai metode seperti storytelling, role play, dan problem-based learning, dengan tujuan memperkuat kemampuan berbahasa, berlogika, dan berempati, bukan menggantikan nalar.

Kunjungan ini menandai pengakuan pemerintah terhadap paradigma baru pendidikan yang bergeser dari sekadar menggunakan alat digital menuju berpikir dan berkolaborasi bersama teknologi, sekaligus menekankan bahwa transformasi pendidikan yang relevan dapat diinisiasi dari inovasi di tingkat sekolah.

Login IG