Sains

Terobosan CRISPR: Ilmuwan Berhasil Hapus Mutasi Gen Penyakit Alzheimer dari Sel Manusia

Penelitian revolusioner menggunakan teknologi penyuntingan gen CRISPR/Cas9 telah berhasil menghapus mutasi gen penyebab Penyakit Alzheimer dari sel manusia, membuka harapan baru.

JAKARTA · Tuesday, 30 September 2025 13:00 WITA · Dibaca: 27
Terobosan CRISPR: Ilmuwan Berhasil Hapus Mutasi Gen Penyakit Alzheimer dari Sel Manusia

JAKARTA, JClarity – Para ilmuwan telah mencapai tonggak sejarah penting dalam upaya melawan Penyakit Alzheimer, penyakit neurodegeneratif yang hingga kini belum memiliki obat penyembuh. Dengan memanfaatkan teknologi penyuntingan gen revolusioner, CRISPR-Cas9, peneliti berhasil menghapus mutasi genetik yang bertanggung jawab atas bentuk Penyakit Alzheimer dini (Early-Onset Familial Alzheimer’s Disease/EOAD) dari sel manusia. Terobosan ini membuka prospek baru yang signifikan bagi pengembangan terapi genetik presisi.

Penelitian ini berfokus pada gen Presenilin 1 (PSEN1), di mana mutasi dominan pada gen tersebut merupakan salah satu penyebab paling umum dari Alzheimer onset dini. Dalam sebuah studi konsep, para peneliti menggunakan sistem CRISPR-Cas9 untuk secara selektif menonaktifkan (disrupt) alel PSEN1 yang bermutasi, seperti mutasi M146L, dalam sel fibroblas manusia yang diambil dari pasien penderita AD.

Hasilnya menunjukkan bahwa pengeditan genetik ini berhasil memulihkan rasio protein amyloid-beta (Aβ) yang terkait dengan penyakit. Mutasi PSEN1 biasanya meningkatkan produksi Aβ42, peptida yang lebih rentan beragregasi dan membentuk plak toksik di otak. Dengan menonaktifkan alel yang bermutasi tersebut, periset mampu secara parsial mengembalikan rasio Aβ42/40 menjadi mendekati level sel yang sehat. Kesuksesan serupa juga dicapai pada koreksi mutasi pada gen lain yang terkait dengan AD, seperti PSEN2 dan APP, menggunakan sel neuron yang diturunkan dari sel punca pluripoten terinduksi (iPSCs).

Meskipun temuan ini menawarkan harapan besar untuk terapi genetik presisi, para ilmuwan menekankan bahwa tantangan besar masih ada di depan. Hambatan utama adalah memastikan metode pengiriman CRISPR-Cas9 dapat bekerja secara aman dan efisien di otak pasien yang hidup, terutama dalam menembus sawar darah otak (blood-brain barrier). Selain itu, isu keamanan seperti potensi efek off-target—di mana penyuntingan gen terjadi pada lokasi yang tidak diinginkan—juga terus dipantau. Kendati demikian, penelitian yang terus berlanjut ini menegaskan potensi CRISPR sebagai alat fundamental dalam memerangi kondisi neurodegeneratif yang kompleks.

Login IG