Terobosan Astrobiologi: Bukti Baru Ungkap Bulan Es Enceladus Berpotensi Dihuni
Peneliti menemukan bukti keberadaan fosfor, elemen vital kehidupan, di lautan bawah permukaan bulan Saturnus, Enceladus. Ini memperkuat potensi Enceladus dihuni.
Jakarta, JClarity – Komunitas astrobiologi global kembali digegerkan oleh temuan signifikan yang memperkuat klaim bahwa Enceladus, bulan es yang mengorbit planet Saturnus, mungkin merupakan rumah bagi kehidupan di luar Bumi. Analisis terbaru terhadap data yang dikumpulkan oleh wahana antariksa Cassini NASA menunjukkan adanya bukti kuat keberadaan semua bahan kimia esensial yang diperlukan untuk menopang kehidupan, termasuk elemen fundamental yang selama ini menjadi misteri: Fosfor.
Para ilmuwan internasional, yang meninjau kembali data komposisi gumpalan air (plume) yang menyembur dari rekahan-rekahan permukaan Enceladus, telah mengidentifikasi keberadaan senyawa fosfat. Fosfor, yang merupakan elemen kunci dalam struktur DNA dan RNA serta vital dalam molekul pembawa energi seperti ATP (Adenosine Triphosphate), sebelumnya menjadi 'mata rantai' nutrisi yang hilang dari perkiraan kimiawi lautan bawah permukaan Enceladus.
Penemuan ini melengkapi trio kondisi utama yang dianggap mutlak untuk kehidupan seperti yang kita kenal: air cair, sumber energi, dan bahan kimia esensial (karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, sulfur, dan kini fosfor). Samudra bawah permukaannya yang luas, yang diperkirakan berinteraksi dengan inti berbatu melalui ventilasi hidrotermal, kini dipandang sebagai lingkungan yang secara kimiawi lebih kaya dan dinamis daripada yang diperkirakan sebelumnya. Kehadiran fosfor menunjukkan bahwa proses geokimia di bulan es tersebut mampu menyediakan nutrisi dalam konsentrasi yang cukup untuk memicu dan menopang biologi.
Dr. Frank Postberg, salah satu peneliti utama yang terlibat dalam analisis data Cassini, menyatakan bahwa temuan ini mengubah Enceladus dari 'sekadar' planet air menjadi target utama dan paling menjanjikan dalam pencarian kehidupan ekstraterestrial. Meskipun temuan ini belum menjadi bukti langsung keberadaan mikroba, namun konfirmasi kelengkapan bahan baku kehidupan menempatkan Enceladus di posisi terdepan, jauh melampaui bulan-bulan es lainnya dalam Tata Surya, sebagai kandidat paling berpotensi dihuni.
Implikasi dari terobosan ini sangat besar, mendorong badan antariksa seperti NASA dan ESA untuk mempercepat perencanaan misi eksplorasi lanjutan (seperti misi Enceladus Orbilander yang diusulkan). Misi di masa depan akan berfokus pada pengambilan sampel secara langsung dari gumpalan air untuk mencari biosignature, atau tanda-tanda biologis yang tak terbantahkan, demi memastikan apakah lautan di bawah lapisan es Enceladus benar-benar telah menjadi wadah bagi kehidupan.