Sains

Terlalu Unik, Fosil 'Little Foot' Berusia 2 Juta Tahun Diduga Spesies Manusia Baru.

Fosil 'Little Foot' berusia 2 juta tahun yang ditemukan di Afrika Selatan, diduga merupakan spesies manusia purba baru berdasarkan studi di Am. Journal of Biological Anthropology.

Jakarta · Tuesday, 16 December 2025 21:00 WITA · Dibaca: 33
Terlalu Unik, Fosil 'Little Foot' Berusia 2 Juta Tahun Diduga Spesies Manusia Baru.

JAKARTA, JClarity – Sebuah studi internasional terbaru mengguncang pohon keluarga manusia, dengan mengemukakan bahwa fosil hominin terkenal 'Little Foot' yang ditemukan di Afrika Selatan, kemungkinan besar mewakili spesies nenek moyang manusia yang sama sekali baru dan belum teridentifikasi sebelumnya. Temuan ini menantang klasifikasi yang telah lama diterima dan membuka lembaran baru dalam pemahaman evolusi manusia di bagian selatan Afrika.

Fosil 'Little Foot', yang secara formal dikenal sebagai StW 573, merupakan kerangka hominin purba terlengkap di dunia, ditemukan di sistem Gua Sterkfontein, Afrika Selatan. Meskipun usia penemuannya masih menjadi perdebatan—dengan estimasi antara 3,67 juta tahun hingga sekitar 2 juta tahun—fosil ini telah lama diklasifikasikan sebagai anggota genus Australopithecus. Para ilmuwan sebelumnya terpecah, dengan penemuannya, Profesor Ronald Clarke, mengaitkannya dengan Australopithecus prometheus, sementara sebagian besar ahli lainnya meyakini sebagai Australopithecus africanus.

Namun, dalam artikel tinjauan sejawat (peer-reviewed) yang dipublikasikan di American Journal of Biological Anthropology, tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Dr. Jesse Martin dari La Trobe University dan University of Cambridge, Inggris, menemukan bahwa 'Little Foot' memiliki ciri-ciri anatomi yang unik, yang tidak sesuai dengan karakteristik kedua spesies Australopithecus yang telah dikenal tersebut. Perbedaan signifikan teridentifikasi pada bagian dasar tengkorak, termasuk adanya nuchal plane yang lebih panjang, sebuah fitur yang secara umum dianggap stabil dalam evolusi manusia.

Dr. Jesse Martin menyatakan bahwa variasi pada area tersebut lebih mungkin menandakan adanya spesies yang berbeda. “Kami berpendapat bahwa ini adalah spesies leluhur manusia yang sebelumnya tidak diketahui dan tidak tercatat,” ujar Dr. Martin. Studi ini menunjukkan bahwa keunikan 'Little Foot' dapat mengarah pada ditemukannya cabang baru dalam pohon keluarga manusia, yang selama ini luput dari pengamatan.

Meskipun demikian, para penulis studi menahan diri untuk secara resmi menamai spesies baru tersebut, menyerahkan keputusan taksonomi akhir kepada tim yang melakukan penggalian dan penelitian selama lebih dari dua dekade. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa evolusi hominin di Afrika bagian selatan jauh lebih kompleks dan beragam daripada yang diperkirakan sebelumnya. Untuk saat ini, 'Little Foot' tetap menjadi fokus utama penelitian untuk mengklarifikasi identitas sejatinya dan posisi spesies tersebut dalam garis keturunan evolusi manusia.

Login IG