Sains

Temukan Pengendali Imun, 3 Ilmuwan Ini Raih Nobel Kedokteran 2025

Mary Brunkow, Fred Ramsdell, dan Shimon Sakaguchi raih Nobel Kedokteran 2025 atas penemuan sel T regulator, pengendali imun kunci pencegah penyakit autoimun.

Jakarta · Sunday, 12 October 2025 09:00 WITA · Dibaca: 56
Temukan Pengendali Imun, 3 Ilmuwan Ini Raih Nobel Kedokteran 2025

Jakarta, JClarity – Tiga ilmuwan di bidang imunologi dan biologi molekuler, yakni Mary E. Brunkow, Fred Ramsdell, dan Shimon Sakaguchi, dinobatkan sebagai peraih Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran tahun 2025. Penghargaan bergengsi ini diberikan atas penemuan revolusioner mereka mengenai mekanisme penting yang menjaga toleransi imun perifer, sebuah proses yang secara efektif bertindak sebagai ‘Pengendali Imun’ utama di dalam tubuh manusia.

Komite Nobel di Institut Karolinska, Swedia, mengumumkan pada Senin, 6 Oktober 2025, bahwa karya ketiga ilmuwan ini telah mengungkap cara sistem kekebalan tubuh mencegah serangan terhadap jaringan tubuhnya sendiri, sebuah penemuan yang sangat krusial bagi pemahaman fungsi sistem imun. Penemuan utama mereka berpusat pada identifikasi sel T regulator (Tregs), yang bertindak sebagai ‘penjaga keamanan’ sistem imun, mencegah sel-sel imun menyerang tubuh kita sendiri.

Terobosan ilmiah ini dimulai oleh Shimon Sakaguchi, seorang profesor dari Universitas Osaka, Jepang, pada tahun 1995, ketika ia berhasil mengidentifikasi subtipe sel T yang sebelumnya tidak diketahui. Sementara itu, Mary E. Brunkow dan Fred Ramsdell, ilmuwan asal Amerika Serikat, pada tahun 2001 membuat terobosan lain dengan menemukan mutasi penyebab pada gen bernama Foxp3. Kemudian, diketahui bahwa gen Foxp3 ini merupakan 'gen kontrol utama' yang mengatur perkembangan dan fungsi sel T regulator (Tregs).

Penemuan tentang toleransi imun perifer dan sel T regulator ini telah membuka landasan bagi bidang penelitian baru dan mendorong pengembangan pengobatan mutakhir untuk penyakit autoimun, seperti diabetes tipe 1 dan sindrom IPEX, serta memiliki implikasi signifikan untuk terapi kanker. Menurut Komite Nobel, pemahaman baru tentang bagaimana sistem imun dikendalikan ini menjadi kunci mengapa manusia tidak mudah mengembangkan penyakit autoimun yang serius.

Ketiga peraih Nobel—Mary E. Brunkow dari Institute for Systems Biology, Fred Ramsdell dari Sonoma Biotherapeutics, dan Shimon Sakaguchi dari Universitas Osaka—akan berbagi hadiah uang sebesar 11 juta Krona Swedia (sekitar Rp 16,3 miliar) pada upacara penganugerahan yang akan dilaksanakan pada 10 Desember.

Login IG