Sains

Temuan Kaca Hitam di Australia Bisa Buktikan Tubrukan Asteroid Raksasa

Pecahan kaca hitam, 'ananguites', di Australia Selatan buktikan tubrukan asteroid raksasa 11 juta tahun lalu. Kawah hilang, potensi lokasi di Indonesia.

JAKARTA · Sunday, 05 October 2025 02:00 WITA · Dibaca: 42
Temuan Kaca Hitam di Australia Bisa Buktikan Tubrukan Asteroid Raksasa

JAKARTA, JClarity – Sejumlah pecahan kaca alami berwarna hitam yang ditemukan di Australia Selatan, yang dikenal sebagai 'ananguites', diperkirakan menjadi bukti adanya tubrukan asteroid raksasa yang tidak teridentifikasi sebelumnya, yang terjadi sekitar 11 juta tahun lalu.

Penemuan signifikan ini berpusat pada analisis tektit, yaitu kaca alami yang terbentuk ketika sebuah meteorit menghantam Bumi, melelehkan material permukaan, dan melontarkan puing-puing cair ke berbagai arah. Tektit jenis baru ini, yang diberi nama "ananguites" untuk menghormati suku Aborigin Anangu, ditemukan tersebar di wilayah Australia Selatan.

Tim peneliti gabungan dari Curtin University di Australia dan Aix-Marseille University di Prancis mengungkapkan bahwa tektit ini sangat unik, baik dari segi komposisi kimia maupun usianya yang mencapai 11 juta tahun, atau sekitar 10,76 juta tahun yang lalu. Usia ini jauh lebih tua dan berbeda dari medan tektit Australasia yang terkenal (berusia sekitar 780.000 tahun), yang menunjukkan bahwa temuan ini berasal dari peristiwa tumbukan kosmik yang benar-benar terpisah.

Profesor Fred Jourdan, ahli geokimia dari Curtin University dan salah satu penulis studi, menjelaskan bahwa potongan-potongan kaca kecil ini berfungsi sebagai 'kapsul waktu' dari masa lalu planet kita yang penuh kekerasan. "Kaca-kaca ini unik bagi Australia dan telah merekam peristiwa tubrukan purba yang bahkan tidak kami ketahui," ujar Jourdan, seraya menambahkan bahwa batu-batu ini terbentuk ketika asteroid menghantam Bumi, melelehkan batuan permukaan, dan menyebarkan puing-puing sejauh ribuan kilometer.

Meskipun bukti berupa tektit telah ditemukan, para ilmuwan menghadapi misteri besar: kawah tumbukan dari asteroid raksasa tersebut hingga kini belum ditemukan. Profesor Jourdan mencatat bahwa area penyebaran tektit yang luas mengindikasikan bahwa kawah sumbernya pasti berukuran sangat besar.

Berdasarkan analisis komposisi dan isotop, para peneliti mengajukan hipotesis mengenai lokasi kawah yang hilang tersebut, menunjuk pada wilayah busur vulkanik seperti Pulau Sulawesi di Indonesia, Pulau Luzon di Filipina, atau Bismarck di Papua Nugini. Diperkirakan, kawah tersebut mungkin telah tersamar atau tertutupi seiring berjalannya waktu akibat aktivitas geologis yang intens di area tersebut.

Lebih lanjut, penemuan ini tidak hanya menawarkan wawasan tentang sejarah geologis Bumi, tetapi juga memiliki implikasi penting bagi pertahanan planet. Memahami kapan dan seberapa sering asteroid besar menghantam Bumi adalah kunci untuk menilai risiko tubrukan di masa depan.

Studi lengkap mengenai temuan ini, yang berjudul 'A new tektite strewn field in Australia ejected from a volcanic arc impact crater 11 Myr ago', telah dipublikasikan di jurnal ilmiah terkemuka *Earth and Planetary Science Letters*.

Login IG