**Temuan Baru NASA di Bulan Saturnus Ungkap Potensi Kehidupan di Luar Bumi**
NASA temukan molekul organik kompleks baru di Enceladus, bulan Saturnus, yang sangat memperkuat potensi kehidupan di luar Bumi. Studi terbaru analisis data Cassini.
JAKARTA, JClarity – Harapan untuk menemukan kehidupan di luar Bumi kembali menguat setelah para ilmuwan menganalisis data dari wahana antariksa Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Cassini. Studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy mengungkapkan penemuan molekul organik kompleks baru dalam butiran es yang menyembur dari Enceladus, salah satu bulan es Saturnus, yang secara signifikan memperkuat kemungkinan kelayakhuniannya.
Penelitian ini berfokus pada analisis ulang data yang dikumpulkan Cassini saat melakukan penerbangan cepat dan sangat dekat melalui gumpalan (plume) air yang meletus dari retakan di dekat kutub selatan Enceladus pada Oktober 2008. Butiran es segar yang menabrak instrumen spektrometer massa Cassini dengan kecepatan tinggi (sekitar 64.800 kilometer per jam) memberikan pandangan yang lebih jelas tentang komposisi kimiawi lautan di bawah permukaan bulan tersebut.
Dr. Nozair Khawaja, peneliti utama dari Freie Universität Berlin dan Universitas Stuttgart, menyatakan keyakinannya bahwa molekul-molekul ini berasal dari lautan bawah permukaan Enceladus, yang secara langsung meningkatkan potensi kelayakhuniannya. Tim peneliti mengidentifikasi fragmen yang mengindikasikan adanya senyawa aromatik, ester, eter, dan alkena, serta kemungkinan senyawa yang mengandung nitrogen dan oksigen. Senyawa ini dikenal sebagai blok pembangun kimia kehidupan, yang menunjukkan adanya reaksi kimia abiotik (non-biologis) yang aktif dan beragam.
Temuan molekul organik kompleks ini melengkapi tiga syarat utama yang dianggap penting untuk mendukung kehidupan seperti yang kita kenal: air cair (lautan asin di bawah lapisan es), sumber energi (kemungkinan ventilasi hidrotermal di dasar laut), dan bahan kimia pembangun kehidupan. Sebelumnya, Cassini juga telah menemukan bukti keberadaan partikel silika mikroskopis dan hidrogen molekuler, yang mengisyaratkan adanya interaksi antara air dan batuan panas, mirip dengan sistem hidrotermal yang menopang ekosistem mikroba di Bumi.
Meskipun penemuan ini tidak mengklaim telah membuktikan adanya kehidupan biologis di Enceladus, para ilmuwan menegaskan bahwa hal ini menunjukkan lingkungan yang cocok untuk munculnya kehidupan. Fabian Klenner dari University of Washington, yang terlibat dalam penelitian, membedakan dengan jelas: “Layak huni (habitable) dan didiami (inhabited) adalah dua hal yang sangat berbeda. Kami percaya Enceladus layak huni, tetapi kami belum tahu apakah kehidupan memang ada di sana.” Penelitian ini pun mendorong komunitas ilmiah untuk merencanakan misi lanjutan, seperti yang dipertimbangkan oleh European Space Agency (ESA), untuk mendarat dan mengumpulkan sampel dari geyser es di masa depan.