Teleskop MeerKAT Tangkap Sinyal Radio Komet 3I/ATLAS, Bukti Kuat Bukan Pesawat Alien.
Teleskop MeerKAT deteksi sinyal radio dari Komet 3I/ATLAS. Analisis mengonfirmasi sinyal berasal dari molekul OH (air), membantah dugaan pesawat alien.
JAKARTA, JClarity – Spekulasi global mengenai objek antarbintang misterius 3I/ATLAS sebagai 'pesawat alien' kini menghadapi penolakan ilmiah yang kuat. Teleskop radio MeerKAT milik South African Radio Astronomy Observatory (SARAO) di Afrika Selatan, berhasil mendeteksi sinyal radio pertama dari objek tersebut, yang analisisnya mengonfirmasi bahwa 3I/ATLAS adalah komet alami.
Pengamatan yang dilakukan MeerKAT pada 24 Oktober 2025, beberapa hari setelah 3I/ATLAS mencapai perihelion atau titik terdekatnya dengan Matahari, menunjukkan adanya garis penyerapan radio. Sinyal ini, yang terdeteksi pada frekuensi 1.665 dan 1.667 gigahertz, secara spesifik merupakan 'sidik jari' kimia dari molekul radikal hidroksil (OH). Kehadiran molekul OH merupakan produk alami dari proses penguapan air, di mana radiasi Matahari memecah uap air (H₂O) yang dilepaskan dari es komet di bagian komanya.
Penemuan ini, yang dilaporkan oleh tim astronom pimpinan D.J. Pisano, memberikan konfirmasi meyakinkan mengenai sifat komet antarbintang 3I/ATLAS. Proses pelepasan gas (outgassing) yang menghasilkan molekul OH adalah karakteristik standar yang diamati pada komet-komet aktif, sebuah mekanisme yang sepenuhnya berbasis fisika dan bukan indikasi adanya teknologi buatan atau transmisi alien.
Sebelumnya, objek antarbintang ketiga yang terkonfirmasi melintasi Tata Surya ini telah memicu perdebatan sengit. Beberapa pihak, termasuk astrofisikawan Harvard Avi Loeb, sempat mempromosikan teori yang tidak berdasar bahwa objek tersebut mungkin adalah wahana buatan yang tersembunyi. Namun, data MeerKAT secara efektif membantah spekulasi tersebut, mengarahkan fokus kembali pada studi ilmiah murni mengenai komposisi kimiawi dan asal-usul komet yang diperkirakan terlontar dari sistem bintang asing miliaran tahun yang lalu ini.
Deteksi sinyal radio komet 3I/ATLAS oleh MeerKAT tidak hanya memecahkan teka-teki kontroversial, tetapi juga menandai tonggak sejarah dalam pengamatan objek antarbintang. Data ini memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari lebih dalam tentang kimia air dan bahan penyusun kehidupan di luar Tata Surya kita, memberikan petunjuk berharga tentang lingkungan tempat komet ini terbentuk. Komet 3I/ATLAS saat ini mulai menjauh dari Matahari, dan para astronom akan terus memantaunya untuk mengumpulkan data lebih lanjut hingga objek tersebut meredup dan melanjutkan perjalanan antarbintangnya.