Teleskop James Webb Temukan Lubang Hitam Tertua, Massanya 300 Juta Kali Lipat dari Matahari!
JWST temukan lubang hitam tertua di pusat galaksi CAPERS-LRD-z9, massanya 300 juta kali Matahari. Penemuan ini tantang teori evolusi lubang hitam awal.
Jakarta, JClarity – Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) milik NASA telah mengukir sejarah baru dalam astronomi dengan mengonfirmasi penemuan lubang hitam supermasif (SMBH) tertua yang pernah terdeteksi, bersembunyi di alam semesta awal. Lubang hitam raksasa ini memiliki massa yang mencengangkan, diperkirakan mencapai 300 juta kali lipat dari massa Matahari kita.
Objek kosmik purba ini terletak di pusat sebuah galaksi kuno bernama **CAPERS-LRD-z9**, dan diperkirakan terbentuk hanya sekitar 500 juta tahun setelah peristiwa Big Bang, ketika alam semesta baru berusia sekitar 3% dari usianya saat ini. Cahaya dari objek ini telah menempuh perjalanan sekitar 13,3 miliar tahun untuk mencapai JWST, menjadikannya 'portal' ke masa lalu kosmik yang sangat jauh.
Penemuan ini dipimpin oleh tim astronom internasional di bawah pimpinan Anthony Taylor, seorang peneliti dari Universitas Texas di Austin. Para ilmuwan mengidentifikasi lubang hitam tersebut melalui analisis spektroskopi, sebuah metode yang memecah cahaya menjadi berbagai panjang gelombang. Mereka menemukan bukti berupa gas yang berputar-putar dengan kecepatan sangat tinggi—hingga ribuan kilometer per detik—yang merupakan tanda khas adanya cakram akresi di sekitar lubang hitam yang sedang aktif melahap materi.
Massa kolosal lubang hitam ini pada era yang begitu awal telah menimbulkan pertanyaan signifikan dalam kosmologi. Ukuran 300 juta massa Matahari setara dengan hampir setengah dari total massa bintang di galaksi inangnya, CAPERS-LRD-z9. Hal ini bertentangan dengan teori-teori standar yang memperkirakan bahwa lubang hitam supermasif tumbuh secara bertahap. Penemuan ini memperkuat bukti yang berkembang bahwa lubang hitam awal tumbuh jauh lebih cepat dari yang diperkirakan, atau mereka sudah mulai dengan massa yang jauh lebih besar daripada prediksi model.
Galaksi CAPERS-LRD-z9 sendiri termasuk dalam kelas galaksi misterius yang dijuluki “Little Red Dots” (Titik Merah Kecil), yang dikenal karena kecerahan merahnya yang intens dan tidak terduga di alam semesta awal. Hasil penelitian terperinci ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi, *Astrophysical Journal Letters*, dan diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana lubang hitam dan galaksi berevolusi di fajar kosmik.