Sains

Teleskop James Webb Temukan Lubang Hitam Tertua, Massanya 300 Juta Kali Lipat dari Matahari!

JWST temukan lubang hitam supermasif tertua di galaksi CAPERS-LRD-z9. Massanya 300 juta kali Matahari, terbentuk 500 juta tahun setelah Big Bang. Penemuan ini menantang teori pertumbuhan kosmik.

JAKARTA · Wednesday, 08 October 2025 01:00 WITA · Dibaca: 57
Teleskop James Webb Temukan Lubang Hitam Tertua, Massanya 300 Juta Kali Lipat dari Matahari!

JAKARTA, JClarity – Sebuah penemuan astronomi yang mengguncang pemahaman tentang alam semesta awal telah terkonfirmasi. Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) milik NASA berhasil mengidentifikasi lubang hitam supermasif yang paling kuno dan terjauh yang pernah diamati, bersembunyi di pusat galaksi purba. Lubang hitam raksasa ini diperkirakan memiliki massa mencengangkan, mencapai **300 juta kali lipat massa Matahari** kita.

Objek kosmik purba ini berada di galaksi bernama **CAPERS-LRD-z9** dan diperkirakan telah terbentuk sekitar 13,3 miliar tahun yang lalu, hanya sekitar **500 juta tahun setelah peristiwa Big Bang**. Keberadaan lubang hitam dengan ukuran yang begitu kolosal pada usia alam semesta yang sangat muda ini secara langsung menantang model teori pertumbuhan lubang hitam yang selama ini diterima oleh para ilmuwan.

Penemuan ini bermula dari pengamatan JWST terhadap serangkaian objek samar di alam semesta awal yang dijuluki “Little Red Dots” (LRD) atau Titik Merah Kecil. Para peneliti, melalui analisis spektroskopi canggih JWST, mendeteksi adanya gas yang berputar dengan kecepatan ekstrem—mencapai 3,2 juta kilometer per jam—di pusat galaksi CAPERS-LRD-z9. Fenomena pergerakan gas yang cepat ini adalah ciri khas dari cakram akresi, yaitu materi yang 'dimakan' oleh lubang hitam supermasif yang aktif.

Steven Finkelstein, Direktur Cosmic Frontier Center dan rekan penulis studi dari University of Texas di Austin, menekankan bahwa ukuran raksasa lubang hitam ini menunjukkan bahwa lubang hitam awal tumbuh jauh lebih cepat dari yang diperkirakan, atau mungkin terbentuk dengan massa awal yang jauh lebih besar dari prediksi model saat ini. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terkemuka ini mengisyaratkan bahwa lubang hitam supermasif mungkin memainkan peran penting dalam pembentukan galaksi sejak fajar kosmik, sebuah wawasan yang mengubah cara pandang kita terhadap evolusi alam semesta.

Tim riset internasional, yang dipimpin oleh Anthony Taylor, kini berencana untuk mengumpulkan data observasi lanjutan dengan resolusi yang lebih tinggi menggunakan JWST. Tujuannya adalah untuk memahami secara mendalam mekanisme di balik pertumbuhan lubang hitam yang sangat cepat ini dan bagaimana objek-objek 'Titik Merah Kecil' seperti CAPERS-LRD-z9 terbentuk di era kosmik perdana.

Login IG