Sains

**Teleskop James Webb Deteksi Senyawa Kehidupan di Galaksi Tetangga**

JWST deteksi 5 molekul organik kompleks, 'blok pembangun kehidupan', di es kosmik sekitar protobintang di Awan Magellan Besar, galaksi tetangga Bima Sakti.

Jakarta · Saturday, 01 November 2025 07:00 WITA · Dibaca: 35
**Teleskop James Webb Deteksi Senyawa Kehidupan di Galaksi Tetangga**

JAKARTA, JClarity – Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) milik NASA telah mencatatkan penemuan revolusioner dengan mendeteksi untuk pertama kalinya lima molekul organik kompleks, yang dikenal sebagai 'blok pembangun kehidupan' di lapisan es luar angkasa, di luar Galaksi Bima Sakti. Penemuan bersejarah ini menunjukkan bahwa bahan-bahan dasar yang diperlukan untuk kehidupan mungkin tersebar luas di seluruh alam semesta, bahkan di lingkungan yang secara kimiawi kurang kaya.

Senyawa-senyawa penting tersebut ditemukan terperangkap dalam butiran es kosmik di sekitar protobintang muda yang disebut ST6, yang berlokasi di Awan Magellan Besar (Large Magellanic Cloud/LMC), salah satu galaksi kerdil dan tetangga terdekat Bima Sakti. LMC berjarak sekitar 160.000 tahun cahaya dari Bumi.

Dalam studi yang hasilnya dipublikasikan pada 20 Oktober 2025 di The Astrophysical Journal Letters, tim peneliti yang dipimpin oleh astronom Marta Sewiło dari University of Maryland dan NASA Goddard Space Flight Center mengidentifikasi lima molekul berbasis karbon tersebut. Molekul-molekul yang terdeteksi adalah metanol, asetaldehida, etanol, metil format, dan asam asetat.

Dari kelima senyawa tersebut, asam asetat—komponen utama cuka dapur—sebelumnya belum pernah terdeteksi secara meyakinkan dalam bentuk es di luar angkasa. Penemuan senyawa-senyawa ini sangat signifikan karena semuanya merupakan prekursor kimiawi untuk struktur yang lebih kompleks seperti asam amino dan gula, yang merupakan fondasi fundamental bagi kehidupan.

Marta Sewiło menjelaskan bahwa kondisi di Awan Magellan Besar, yang memiliki lebih sedikit elemen berat selain hidrogen dan helium dibandingkan Bima Sakti, menyerupai lingkungan di galaksi-galaksi awal alam semesta. Hal ini menjadikan LMC sebagai "laboratorium alami" yang sempurna untuk memahami bagaimana kimia organik kompleks dapat terbentuk di lingkungan primitif.

Penemuan ini, yang dimungkinkan berkat sensitivitas luar biasa dari instrumen Mid-Infrared Instrument (MIRI) JWST, mengindikasikan bahwa proses pembentukan bahan kimia organik kompleks dapat terjadi bahkan sebelum kelahiran planet, dan bertahan dalam tahap awal pembentukannya. Hal ini memperkuat hipotesis bahwa bahan-bahan kimia yang mengarah pada munculnya kehidupan mungkin telah "diantar" ke Bumi awal melalui es dan debu komet atau asteroid.

Para ilmuwan berharap dapat memperluas pencarian mereka ke protobintang tambahan di LMC dan galaksi tetangga lainnya untuk membandingkan kelimpahan senyawa organik dan memverifikasi hasil awal. Penemuan ini merupakan tonggak penting dalam pencarian kita untuk memahami asal usul kehidupan di alam semesta.

Login IG