Sains

Teleskop James Webb Buktikan Teori Einstein Lewat 8 'Cincin Cahaya' Fenomena

JWST abadikan 8 'Cincin Einstein', fenomena lensa gravitasi spektakuler. Bukti visual kuat Teori Relativitas Einstein, ungkap galaksi purba. #Sains #Astronomi

Jakarta · Monday, 06 October 2025 17:00 WITA · Dibaca: 27
Teleskop James Webb Buktikan Teori Einstein Lewat 8 'Cincin Cahaya' Fenomena

JAKARTA, JClarity – Sebuah penemuan astronomi monumental kembali dicatatkan oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST). Observatorium mutakhir milik NASA, ESA, dan CSA ini berhasil mengabadikan delapan contoh spektakuler dari fenomena 'Cincin Einstein' atau gravitational lensing, yang berfungsi sebagai bukti visual paling meyakinkan terhadap validitas Teori Relativitas Umum Albert Einstein, yang telah diprediksi lebih dari satu abad yang lalu.

Fenomena 'lensa gravitasi' terjadi ketika gravitasi masif dari objek di latar depan, seperti gugus galaksi, membelokkan dan memperbesar cahaya yang berasal dari galaksi yang jauh di belakangnya. Akibat penyelarasan yang hampir sempurna antara sumber cahaya yang jauh, objek masif di tengah, dan pengamat di Bumi, cahaya tersebut terdistorsi menjadi bentuk busur atau lingkaran cahaya yang hampir sempurna—sebuah Cincin Einstein.

Delapan gambar yang dirilis merupakan hasil dari program survei terbesar JWST hingga saat ini, yang dikenal sebagai COSMOS-Web. Para ilmuwan yang terlibat dalam proyek ini berhasil mengidentifikasi lebih dari 400 kandidat lensa gravitasi setelah mengamati lebih dari 42.000 galaksi, dengan delapan yang baru-baru ini dipublikasikan sebagai yang paling dramatis dan jelas.

Para astronom menyebut efek ini sebagai 'kaca pembesar alami di luar angkasa'. Dengan memperbesar dan mencerahkan cahaya dari galaksi-galaksi yang sangat jauh, lensa gravitasi memungkinkan para peneliti untuk mengintip kembali ke masa lalu kosmos. Koleksi lensa gravitasi JWST ini mencakup rentang sejarah kosmik yang luar biasa.

Salah satu temuan paling menonjol dalam kolase ini adalah sumber yang dijuluki 'Cincin COSMOS-Web', yang memungkinkan para ilmuwan untuk mengamati era di mana alam semesta baru berusia sedikit lebih dari satu miliar tahun setelah Peristiwa Dentuman Besar (Big Bang). Penelitian ini tidak hanya menguatkan prediksi Einstein, tetapi juga membuka jendela unik untuk mempelajari rincian galaksi purba yang tidak mungkin terlihat dengan teleskop biasa, termasuk materi gelap yang tidak terlihat secara langsung.

Penemuan ini sekali lagi menegaskan kemampuan JWST, yang dirancang untuk mendeteksi cahaya dalam spektrum inframerah-dekat, dalam menyingkap detail-detail yang belum pernah terlihat sebelumnya di galaksi yang mengalami lensa gravitasi. Data-data ini akan menjadi kunci penting dalam upaya memahami formasi galaksi masif paling awal di alam semesta.

Login IG