Keuangan

Taruhan Menteri Keuangan: Siap Dipecat Jika Ekonomi 2026 Gagal Tumbuh 6%

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bertaruh siap dipecat jika pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 gagal mencapai 6%, melebihi target APBN 5,4%.

JAKARTA · Sunday, 23 November 2025 17:00 WITA · Dibaca: 18
Taruhan Menteri Keuangan: Siap Dipecat Jika Ekonomi 2026 Gagal Tumbuh 6%

JAKARTA, JClarity – Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, melontarkan pernyataan tegas dengan menempatkan jabatannya sebagai taruhan jika target pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2026 gagal mencapai angka 6%. Pernyataan blak-blakan ini disampaikan di hadapan publik, mencerminkan optimisme tinggi pemerintah terhadap prospek pemulihan dan percepatan ekonomi.

Purbaya menyatakan bahwa ia siap menerima konsekuensi pemecatan apabila target pertumbuhan ekonomi 6% yang diusungnya tidak terealisasi. Target ini berada di atas asumsi resmi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebelumnya, yang menetapkan angka 5,4% untuk tahun 2026. Penegasan Menkeu ini disampaikan dalam sebuah acara diskusi ekonomi di Jakarta pada pekan lalu, di mana ia menekankan perlunya ambisi dan tantangan besar dalam mengelola fiskal negara.

“Saya perkirakan akan tumbuh lebih cepat lagi, mungkin di kisaran 6%. Ya, kalau risikonya apa saya ngomong gini? Kalau enggak kecapai, saya dipecat. Tapi kalau enggak ada challenge, enggak menarik untuk saya,” ujar Purbaya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat Purbaya untuk mendorong kebijakan fiskal yang lebih agresif demi mencapai akselerasi ekonomi pasca-pandemi dan dinamika global.

Optimisme Menkeu Purbaya didasarkan pada keyakinannya terhadap efektivitas kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini yang mampu mendorong kemajuan ekonomi. Ia merencanakan kombinasi strategi pertumbuhan yang didorong oleh sektor swasta—mirip era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono—dengan peran belanja pemerintah sebagai mesin pertumbuhan—yang menjadi ciri khas era Presiden Joko Widodo. Selain itu, perbaikan iklim investasi dan pengurangan hambatan (bottleneck) yang menghambat sektor riil juga menjadi fokus utama untuk mencapai pertumbuhan yang lebih cepat.

Sebagai perbandingan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2025 berada di angka 5,04%. Sementara itu, Purbaya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 dapat mencapai kisaran 5,6% hingga 5,7%. Purbaya juga memastikan bahwa pengelolaan fiskal akan tetap berhati-hati, dengan menjaga defisit APBN di bawah batas aman 3%.

Meskipun demikian, target 6% ini dinilai ambisius oleh sebagian pengamat ekonomi. Ahmad Heri Firdaus dari Institute for Development of Economics & Finance (Indef) menyatakan bahwa kondisi perekonomian saat ini belum sepenuhnya memenuhi syarat untuk mencapai pertumbuhan di angka tersebut, mengingat masih adanya permasalahan klasik yang perlu diselesaikan. Namun, Menkeu Purbaya tetap optimistis, bahkan menargetkan pertumbuhan yang mendekati 8% di tahun ketiga atau keempat masa jabatannya.

Login IG