Keuangan

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp 27.000 Per Gram, Sentuh *All Time High*.

Harga emas Antam cetak All Time High (ATH) di Rp 2.491.000 per gram pada Sabtu (20/12/2025), naik Rp 27.000 per gram dalam sepekan, didorong ekspektasi The Fed.

JAKARTA · Sunday, 21 December 2025 16:00 WITA · Dibaca: 37
Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp 27.000 Per Gram, Sentuh *All Time High*.

JAKARTA, JClarity – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengukir sejarah baru setelah mencatatkan kenaikan signifikan sepanjang pekan ini. Emas Antam berhasil menyentuh level tertinggi sepanjang masa (*all time high* atau ATH) pada penutupan perdagangan, Sabtu (20/12/2025), dengan kenaikan total sebesar Rp 27.000 per gram dalam sepekan.

Berdasarkan data dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) Antam, harga emas 1 gram per Sabtu (20/12/2025) berada di posisi Rp 2.491.000 per gram. Angka ini merupakan rekor harga tertinggi yang pernah dicapai, mengungguli rekor sebelumnya yang sempat tercipta pada Kamis (18/12/2025) di level Rp 2.487.000 per gram. Kenaikan harga emas sebesar Rp 27.000 per gram tersebut terhitung sejak harga pada Senin (15/12/2025) yang berada di level Rp 2.464.000 per gram.

Tak hanya harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga turut menguat dalam periode yang sama. Harga buyback tercatat naik sebesar Rp 26.000 per gram, dari posisi Rp 2.324.000 per gram pada awal pekan menjadi Rp 2.350.000 per gram pada Sabtu (20/12/2025). Kenaikan harga buyback ini memberikan sentimen positif bagi para investor yang ingin merealisasikan keuntungan dari investasi emas mereka.

Penguatan harga emas domestik ini sejalan dengan tren kenaikan harga emas global, didorong oleh sejumlah faktor fundamental dan sentimen pasar. Para analis mencatat, melonggarnya tekanan inflasi di Amerika Serikat (AS) telah memperkuat harapan pasar akan potensi pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), melalui pemangkasan suku bunga. Suku bunga yang lebih rendah cenderung membuat emas—sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil—menjadi lebih menarik dibandingkan aset berbasis mata uang. [cite: 5, 3 (from a previous search)]

Selain faktor kebijakan moneter, ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan di beberapa kawasan, seperti konflik di Timur Tengah, juga berperan penting dalam meningkatkan permintaan akan emas sebagai aset safe-haven. Emas terus menjadi pilihan utama bagi investor untuk melindungi nilai aset mereka di tengah volatilitas pasar global. Pengamat pasar memprediksi tren kenaikan ini dapat berlanjut, dengan beberapa prediksi optimis melihat emas dunia berpotensi menembus level harga yang lebih tinggi lagi di masa mendatang. [cite: 5 (from a previous search)]

Login IG