Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp 27.000 Per Gram, Sentuh *All Time High*
Harga emas Antam mencetak rekor All Time High (ATH) baru di Rp 2.491.000 per gram setelah melonjak Rp 27.000 dalam sepekan, dipicu ekspektasi kebijakan The Fed dan ketidakpastian global.
JAKARTA, JClarity – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencetak sejarah baru, menembus rekor tertinggi sepanjang masa (*All Time High*/ATH) pada penutupan pekan perdagangan, Sabtu (20/12/2025). Dalam periode sepekan, 15 hingga 20 Desember 2025, harga emas Antam melonjak signifikan sebesar Rp 27.000 per gram, mengakhiri pekan di level Rp 2.491.000 per gram untuk satuan 1 gram.
Kenaikan fantastis ini melanjutkan tren penguatan yang konsisten sepanjang pekan, di mana harga dibuka pada level Rp 2.464.000 per gram pada Senin (15/12/2025). Sentuhan rekor ATH terbaru Rp 2.491.000 per gram ini melampaui puncak sebelumnya yang tercatat di kisaran Rp 2.487.000 per gram. Seiring dengan harga jual, harga beli kembali (*buyback*) emas Antam juga mengalami kenaikan, ditutup pada level Rp 2.350.000 per gram pada Sabtu (20/12/2025), dengan kenaikan total sepekan sebesar Rp 26.000.
Pergerakan harga domestik yang kian meroket ini didorong oleh sentimen positif dari pasar emas global. Harga emas dunia (XAU/USD) juga bergerak mendekati rekor tertingginya, ditopang oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve (The Fed). Investor global mulai memposisikan diri untuk mengantisipasi potensi pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun 2026, yang secara tradisional melemahkan Dolar AS dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset non-imbal hasil.
Selain faktor kebijakan moneter, ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan di Eropa, Timur Tengah, dan Asia, turut memicu sentimen *risk-off* di kalangan investor, yang kemudian memilih emas sebagai aset lindung nilai (*safe-haven*). Sejumlah analis memproyeksikan tren *bullish* ini akan terus berlanjut. Pengamat pasar komoditas memprediksi harga emas Antam berpotensi menembus level psikologis Rp 2.600.000 hingga Rp 2.700.000 per gram menjelang akhir tahun atau awal tahun mendatang jika momentum global di atas US$ 4.300 per *troy ounce* dapat dipertahankan.