Taktik Bertahan Hidup, Laba-laba Mini Bikin "Boneka" untuk Takuti Predator
Laba-laba mini dari genus Cyclosa ditemukan membangun 'boneka' tiruan berukuran sepuluh kali lebih besar dari tubuhnya menggunakan sutra dan bangkai untuk menakuti predator. Strategi cerdik ini didokumentasikan dalam studi baru.
JAKARTA, JClarity – Evolusi menawarkan berbagai strategi pertahanan diri yang menakjubkan, dan temuan terbaru dari dunia fauna menyoroti taktik cerdik yang dilakukan oleh laba-laba penenun mini. Dua spesies laba-laba penenun jaring bundar (*orb-weavers*) dari genus Cyclosa diketahui membangun model tiruan, atau 'boneka', yang menyerupai laba-laba lain yang jauh lebih besar di jaringnya untuk mengelabui dan menakut-nakuti predator.
Perilaku anti-predator yang unik ini merupakan bentuk stabilimenta yang sangat kompleks—struktur dekoratif yang dibuat laba-laba di jaringnya. Berbeda dengan pola zig-zag atau gumpalan sutra biasa, laba-laba ini, yang hanya berukuran sekitar 2,5 milimeter (0,1 inci), merangkai tiruan yang bahkan bisa mencapai sepuluh kali lipat ukuran tubuh aslinya. Boneka-boneka tersebut dibuat dari campuran material sutra, bangkai mangsa, serpihan daun, dan materi tumbuhan lainnya.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Ecology and Evolution ini mendokumentasikan perilaku tersebut pada dua spesies: *Cyclosa inca* yang ditemukan di Amazon Peru dan *Cyclosa longicauda* yang berada di hutan hujan Filipina. Para peneliti mencatat bahwa tiruan yang dibuat sangat mirip dengan bentuk laba-laba, lengkap dengan empat hingga delapan 'kaki' yang memanjang dari tubuh pusat.
Strategi penipuan ini semakin sempurna ketika laba-laba asli mendeteksi adanya ancaman, seperti burung pemangsa atau tawon parasit. Ketika didekati, laba-laba *Cyclosa* akan menggoyangkan perutnya secara cepat, menciptakan vibrasi yang membuat 'boneka' tiruan di tengah jaring tampak bergerak dan hidup. Gerakan ini diperkirakan bertujuan untuk membuat predator mengira sasaran adalah laba-laba yang lebih besar dan berbahaya, atau bahkan mengalihkan serangan ke boneka yang ‘sekali pakai’ tersebut.
George Olah dari Australian National University, salah satu penulis studi, menggambarkan jaring laba-laba ini sebagai “teater penipuan” (*theater of deception*). Para ilmuwan berpendapat bahwa investasi energi untuk membangun boneka yang rumit ini memberikan manfaat besar dalam hal bertahan hidup, seefektif mekanisme pertahanan lain seperti membangun tempat persembunyian fisik. Di beberapa kasus, anak-anak laba-laba bahkan bersembunyi di dalam struktur boneka tersebut.
Penemuan ini menandai dokumentasi ilmiah formal pertama dari spesies Cyclosa yang menciptakan stabilimenta yang secara visual menyerupai bentuk laba-laba yang lebih besar dan potensial mengancam. Taktik cerdik ini menunjukkan bahwa dalam dunia evolusi, kecerdikan adalah kunci utama untuk bertahan hidup, bahkan bagi makhluk sekecil laba-laba penenun ini.