Sains

Tak Genap 24 Jam, Hari Ini Termasuk Hari Terpendek dalam Sejarah

Rotasi Bumi terus berakselerasi, mencatat hari terpendek 1,66 milidetik lebih singkat dari 24 jam (5 Juli 2024). Fenomena ini memicu perdebatan detik kabisat negatif.

Jakarta · Sunday, 02 November 2025 15:00 WITA · Dibaca: 48
Tak Genap 24 Jam, Hari Ini Termasuk Hari Terpendek dalam Sejarah

JAKARTA, JClarity – Fenomena percepatan rotasi Bumi yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir kembali menjadi sorotan dunia ilmiah. Meskipun durasi satu hari secara konvensional adalah 24 jam atau setara 86.400 detik, data yang terekam oleh jam atom presisi tinggi menunjukkan bahwa planet kita berputar semakin cepat, memicu rekor hari terpendek dalam sejarah pengamatan modern.

Tren percepatan ini mencapai puncaknya baru-baru ini. Para ilmuwan mencatat bahwa pada 5 Juli 2024, Bumi menyelesaikan satu rotasi 1,66 milidetik lebih cepat dari 24 jam standar, menjadikannya hari terpendek yang pernah tercatat. Tren ini berlanjut, di mana pada tahun 2025, beberapa hari, termasuk 5 Agustus 2025, juga tercatat lebih pendek dari normalnya, sekitar 1,25 milidetik lebih cepat, menegaskan periode percepatan yang membingungkan ahli geofisika.

Perubahan kecil ini—di mana 1 milidetik sama dengan seperseribu detik—tidak akan terasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dampaknya sangat signifikan bagi sistem waktu global yang mengandalkan akurasi tinggi. Sejak pencatatan dimulai pada 1973, rotasi Bumi seharusnya melambat. Untuk menjaga sinkronisasi antara Waktu Atom Internasional (TAI) dengan waktu astronomis (Universal Time, Coordinated/UTC), dunia telah terbiasa menambahkan 'detik kabisat' (leap second) positif.

Kini, dengan percepatan rotasi yang berkelanjutan, justru muncul wacana mengenai kebutuhan untuk menerapkan 'detik kabisat negatif'. Detik kabisat negatif akan mengurangi satu detik dari waktu universal, sebuah langkah yang sangat kompleks dan berpotensi menyebabkan kekacauan pada sistem teknologi global, mulai dari GPS, satelit, hingga jaringan komunikasi dan komputer yang sangat bergantung pada ketepatan waktu.

Penyebab pasti di balik percepatan rotasi Bumi ini masih menjadi misteri. Para ilmuwan mengajukan beberapa spekulasi, termasuk pergerakan kompleks cairan di inti luar Bumi, fenomena 'goyangan Chandler' (penyimpangan kecil pada poros rotasi Bumi), serta pengaruh distribusi massa di permukaan akibat mencairnya gletser, sirkulasi lautan, dan tekanan atmosfer. Dinamika internal inti Bumi diduga memainkan peran paling dominan dalam tren kecepatan saat ini.

Percepatan ini menantang model waktu yang selama ini digunakan dunia. Para ahli dari International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS) terus memantau pergerakan ini secara ketat. Jika tren hari terpendek terus berlanjut, dunia akan dipaksa untuk mengambil keputusan krusial: mengorbankan sinkronisasi waktu demi stabilitas teknologi, atau mengambil risiko 'detik kabisat negatif' yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk menjaga waktu agar tetap selaras dengan gerak alami planet kita.

Login IG