Sains

Studi: Kemampuan Gletser Menahan Pemanasan Global Tinggal Satu Dekade ke Depan.

Studi terbaru menunjukkan kemampuan gletser menahan pemanasan global melalui pendinginan alami hanya tersisa satu dekade, memicu percepatan pencairan es.

JAKARTA · Monday, 20 October 2025 20:00 WITA · Dibaca: 54
Studi: Kemampuan Gletser Menahan Pemanasan Global Tinggal Satu Dekade ke Depan.

JAKARTA, JClarity – Sebuah penelitian ilmiah terbaru telah melontarkan peringatan keras mengenai batas waktu gletser global dalam menahan dampak pemanasan bumi. Studi yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi *Nature Climate Change* tersebut menyimpulkan bahwa mekanisme pendinginan alami gletser diperkirakan hanya akan bertahan satu dekade ke depan, setelah itu laju pencairan es diprediksi akan meningkat secara drastis.

Temuan ini berasal dari tim peneliti di Institute of Science and Technology Austria (ISTA), yang dipimpin oleh Profesor Francesca Pellicciotti. Mereka menemukan bahwa gletser telah menunjukkan upaya sementara untuk menahan pemanasan global dengan mendinginkan udara di sekitarnya. Fenomena ini, yang pertama kali teramati dari stasiun iklim di ketinggian 5.000 meter di lereng Gunung Everest, bekerja melalui proses yang dikenal sebagai angin katabatik.

Angin katabatik merupakan pergerakan massa udara dingin dalam jumlah besar yang mengalir menuruni lereng gletser, secara efektif mendinginkan iklim mikro dan lingkungan lokal di lembah di bawahnya. Menurut Pellicciotti, gletser bereaksi terhadap udara yang menghangat di musim panas dengan meningkatkan pertukaran suhu di permukaannya. Peneliti pascadoktoral, Thomas Shaw, menambahkan bahwa semakin hangat iklim, semakin besar pemicu bagi gletser untuk mendinginkan lingkungannya.

Namun, para ilmuwan memperingatkan bahwa efek perlambatan ini tidak akan berlangsung lama. Analisis data global yang dihimpun menunjukkan bahwa kemampuan pendinginan ini akan mencapai batas maksimumnya, dan pergeseran tren diperkirakan terjadi sebelum pertengahan abad. Setelah periode kritis tersebut, suhu di permukaan gletser diproyeksikan meningkat lebih cepat, yang pada gilirannya akan mempercepat proses pencairan dan penyusutan es secara keseluruhan.

Dampak dari percepatan pencairan gletser meluas jauh melampaui perubahan bentang alam pegunungan. Gletser saat ini merupakan penyumbang terbesar kedua terhadap kenaikan permukaan laut global, setelah pemanasan air laut. Para peneliti mencatat bahwa secara rata-rata, sekitar 273 miliar ton es hilang setiap tahun, jumlah yang setara dengan konsumsi air bersih populasi dunia selama 30 tahun, menyoroti ancaman eksistensial terhadap pasokan air tawar vital bagi ratusan juta manusia, terutama di wilayah seperti Asia Tengah dan Andes.

Krisis ini menekankan perlunya tindakan mitigasi perubahan iklim global yang lebih ambisius. Sementara beberapa gletser, seperti di Alpen Eropa, telah kehilangan hingga 40% volumenya sejak pergantian abad, dan diperkirakan tidak akan bertahan hingga akhir abad ini, upaya membatasi pemanasan global hingga target 1,5°C dapat mengurangi separuh kerugian es gletser secara keseluruhan. Kegagalan untuk bertindak sekarang akan mewariskan dunia di mana kerusakan gletser telah terkunci selama berabad-abad, dengan konsekuensi yang tak terhindarkan bagi masyarakat pesisir dan sistem pangan global.

Login IG