Studi Ini Ungkap Cara Jaringan Penipu Global Banjiri Jurnal Sains
Studi Northwestern University mengungkap jaringan 'paper mill' global yang menjual penelitian palsu dan sitasi, membanjiri jurnal sains dan mengancam integritas akademik.
JAKARTA, JClarity – Sebuah studi baru yang mengejutkan mengungkapkan bahwa jaringan penipuan global yang canggih kini beroperasi secara sistematis untuk menyusup dan membanjiri jurnal sains terkemuka, mengancam integritas publikasi akademik di seluruh dunia. Pertumbuhan publikasi palsu ini dilaporkan jauh melampaui laju penelitian ilmiah yang sah.
Penelitian berskala besar yang dilakukan oleh para akademisi dari Northwestern University, Amerika Serikat, dan dipublikasikan dalam jurnal *Proceedings of the National Academy of Sciences* (PNAS), membeberkan peran sentral "*paper mills*" (pabrik makalah) sebagai inti dari jaringan kriminal terorganisir ini. Pabrik makalah ini memproduksi dan menjual sejumlah besar manuskrip dengan kualitas rendah, seringkali menampilkan data palsu, gambar yang dimanipulasi, atau konten hasil plagiarisme, kepada akademisi yang berupaya memublikasikan karyanya dengan cepat.
Luís A. N. Amaral, profesor ilmu teknik dan matematika terapan di Northwestern University dan penulis senior studi tersebut, menyatakan bahwa jaringan ini pada dasarnya adalah "organisasi kriminal" yang "bekerja bersama untuk memalsukan proses sains," dengan melibatkan "jutaan dolar" dalam prosesnya. Temuan ini mengubah pandangan sebelumnya yang cenderung berfokus pada kasus-kasus pelanggaran etika yang dilakukan oleh peneliti individu.
Studi ini menganalisis basis data besar publikasi yang ditarik, catatan editorial, dan kasus duplikasi gambar untuk mendapatkan gambaran komprehensif tentang tren penipuan ilmiah. Mereka menemukan bukti bahwa selain membeli makalah, para akademisi juga dapat "membeli sitasi" agar mereka "tampak seperti ilmuwan bereputasi baik" meskipun "hampir tidak melakukan penelitian mereka sendiri sama sekali."
Modus operandi jaringan penipu ini meliputi: (1) **Pabrik Makalah**: Memproduksi penelitian palsu dalam volume besar. (2) **Perantara dan Jurnal yang Disusupi**: Beberapa editor jurnal ditemukan menerima submisi dalam jumlah yang sangat tinggi secara tidak proporsional, menunjukkan adanya kerja sama untuk memfasilitasi penipuan publikasi. (3) ***Journal Hopping***: Ketika sebuah jurnal dicabut dari indeks karena gagal memenuhi standar kualitas atau etika, pabrik makalah akan mengalihkan target mereka ke jurnal baru.
Para peneliti memperingatkan bahwa jika tidak ada tindakan mendesak, kepercayaan publik terhadap sains akan terkikis. Laju pertumbuhan submisi yang dicurigai berasal dari pabrik makalah diklaim "jauh melampaui" pertumbuhan penelitian sah, dengan peningkatan dua kali lipat setiap 18 bulan, sementara total makalah baru hanya berlipat ganda setiap 15 tahun. Amaral menambahkan, pada titik tertentu, "literatur ilmiah akan menjadi sepenuhnya teracuni."
Untuk mengatasi gelombang penipuan ini, para penulis studi merekomendasikan perlunya pengawasan editorial yang lebih ketat, peningkatan metode pendeteksi penelitian fabrikasi, dan penyelidikan yang lebih mendalam terhadap jaringan yang memfasilitasi pelanggaran ini. Mereka menegaskan bahwa sains harus mampu mengawasi dirinya sendiri demi menjaga integritasnya.