Sains

Studi: Infeksi Covid-19 Picu Masalah Jantung Anak, Vaksin Tidak

Studi The Lancet menunjukkan infeksi Covid-19 picu masalah jantung anak (miokarditis) lebih sering dan lama (2,24 kasus/100.000) dibanding vaksin (0,85 kasus/100.000).

Jakarta · Sunday, 09 November 2025 20:00 WITA · Dibaca: 52
Studi: Infeksi Covid-19 Picu Masalah Jantung Anak, Vaksin Tidak

Jakarta, JClarity – Sebuah studi berskala besar terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal medis terkemuka, The Lancet Child & Adolescent Health, memberikan kejelasan ilmiah yang meyakinkan mengenai risiko komplikasi jantung pada anak-anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa infeksi COVID-19 secara signifikan lebih mungkin dan lebih lama memicu masalah jantung, seperti miokarditis dan perikarditis, dibandingkan dengan vaksinasi COVID-19.

Penelitian yang digagas oleh para ilmuwan dari Universitas Cambridge, Edinburgh, dan University College London (UCL) ini menganalisis data rekam medis elektronik hampir 14 juta anak dan remaja di Inggris, menjadikannya studi terbesar yang membandingkan risiko jangka panjang antara infeksi dan vaksinasi pada populasi anak. Data yang dikumpulkan mencakup periode dari Januari 2020 hingga Desember 2022.

Temuan utama menunjukkan bahwa infeksi SARS-CoV-2 (virus penyebab COVID-19) mengakibatkan peningkatan kasus miokarditis atau perikarditis sebesar 2,24 kasus tambahan per 100.000 anak dan remaja dalam periode enam bulan setelah diagnosis. Sebaliknya, setelah menerima vaksinasi COVID-19 (terutama vaksin mRNA Pfizer/BioNTech yang digunakan pada kelompok usia ini), peningkatan kasus miokarditis atau perikarditis yang teramati hanya sebesar 0,85 kasus tambahan per 100.000 orang dalam periode yang sama.

Jurnalisme data ini juga mengungkap perbedaan signifikan dalam durasi risiko. Para peneliti mencatat bahwa peningkatan risiko miokarditis atau perikarditis setelah infeksi COVID-19 bertahan tinggi hingga lebih dari satu tahun. Sementara itu, risiko yang terkait dengan vaksinasi bersifat sangat jangka pendek, dengan peningkatan yang hanya terlihat dalam empat minggu pertama setelah suntikan dan kembali normal setelah periode tersebut.

Selain masalah jantung, infeksi COVID-19 juga dikaitkan dengan risiko yang jauh lebih tinggi dan tahan lama untuk kondisi inflamasi dan pembekuan darah (trombosis), dibandingkan dengan risiko setelah vaksinasi. Studi ini secara kolektif menegaskan bahwa manfaat vaksinasi COVID-19 pada anak dan remaja jauh lebih besar daripada risiko efek samping langka pasca-vaksinasi, sekaligus meredam kekhawatiran yang sempat muncul di kalangan orang tua.

Meskipun studi ini dilakukan di Inggris, temuannya memperkuat konsensus medis global, yang juga dianut oleh otoritas kesehatan di Indonesia, termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bahwa vaksinasi adalah alat penting untuk mitigasi risiko komplikasi serius akibat infeksi COVID-19. Kesimpulan ini diharapkan dapat menjadi panduan faktual bagi keluarga dan tenaga kesehatan dalam membuat keputusan berdasarkan data terbaik yang tersedia mengenai pencegahan COVID-19 pada populasi anak.

Login IG