Sains

Studi: Gelombang Panas Mempercepat Penuaan Dini, Pekerja Lapangan Paling Berisiko.

Studi terbaru mengungkap gelombang panas mempercepat penuaan biologis pada manusia, setara dengan dampak merokok. Pekerja lapangan jadi kelompok paling berisiko.

JAKARTA · Thursday, 13 November 2025 21:00 WITA · Dibaca: 29
Studi: Gelombang Panas Mempercepat Penuaan Dini, Pekerja Lapangan Paling Berisiko.

JAKARTA, JClarity – Paparan berulang terhadap gelombang panas ekstrem ternyata tidak hanya menimbulkan dampak kesehatan jangka pendek seperti dehidrasi atau heatstroke, namun juga mempercepat penuaan biologis pada tubuh manusia, dengan dampak yang setara dengan kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol berlebihan. Sebuah studi terbaru mengidentifikasi bahwa pekerja lapangan, yang sebagian besar menghabiskan waktu di luar ruangan, menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi risiko penuaan dini ini.

Temuan signifikan ini berasal dari analisis jangka panjang yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Climate Change. Para peneliti menganalisis data kesehatan dari hampir 25.000 orang dewasa di Taiwan selama periode 15 tahun (2008 hingga 2022) untuk membandingkan paparan mereka terhadap gelombang panas dengan usia biologis mereka. Usia biologis, yang berbeda dengan usia kronologis (usia berdasarkan tanggal lahir), mengukur seberapa baik fungsi sel dan organ tubuh seseorang.

Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang konsisten: peningkatan paparan gelombang panas terakumulasi menjadi percepatan usia biologis. Sebagai contoh, paparan empat hari ekstra gelombang panas selama periode dua tahun dapat menambah rata-rata 8 hingga 12 hari pada usia biologis seseorang. Para ilmuwan menekankan bahwa meskipun angka ini tampak kecil, efeknya bersifat kumulatif dan dapat menumpuk sepanjang usia hidup.

Kelompok yang bekerja di luar ruangan, seperti buruh konstruksi dan petani, menghadapi dampak yang jauh lebih parah. Data studi mengindikasikan bahwa bagi pekerja lapangan, paparan serupa—empat hari gelombang panas tambahan dalam dua tahun—mengakibatkan percepatan usia biologis yang setara dengan 33 hari, atau sekitar satu bulan penuh. Tingginya risiko ini diduga karena kurangnya akses mereka terhadap pendingin udara dan keharusan untuk bekerja di bawah suhu ekstrem.

Daniel J. Vecellio, seorang asisten profesor di University of Nebraska Omaha, menyebut gelombang panas sebagai “pembunuh senyap” (silent killer). Menurut para peneliti, percepatan penuaan biologis adalah prediktor kuat yang meningkatkan risiko penyakit kronis di kemudian hari, termasuk penyakit jantung, diabetes, kanker, dan bahkan demensia. Penuaan seluler yang dipercepat ini kemungkinan terjadi melalui kerusakan pada struktur DNA seperti telomer, yang merupakan bagian integral dari proses penuaan.

Mengingat frekuensi dan intensitas gelombang panas yang terus meningkat akibat krisis iklim, para ilmuwan mendesak adanya kesadaran publik yang lebih besar dan kebijakan yang adaptif. Solusi jangka panjang yang diperlukan mencakup perumusan kebijakan kesehatan kerja yang melindungi kelompok rentan, memastikan akses pendinginan yang merata, dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap cuaca ekstrem.

Login IG